Demi Selamatkan Ibu, Madia Rela Berkali-kali Dibacok Perampok

Redaksi Redaksi
Demi Selamatkan Ibu, Madia Rela Berkali-kali Dibacok Perampok
ilustrasi
BANYUASIN - Tak kuasa melihat ibunya Sofi (75) terkapar dianiaya, Madia (40) nekad melawan tiga perampok hingga badannya tercabik-cabik sabetan senjata tajam. Kawanan perampok masuk ke rumahnya Desa Sungai Semut, Kecamatan Makarti Jaya, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Peristiwa berdarah itu terjadi tepat tahun baru 2016 sekira pukul 03.30 WIB. Hj Sofi memergoki tiga rampok berpenutup muka masuk ke dapur rumahnya. Pelaku yang kalap langsung menerjang tubuh rentanya hingga tersungkur.

Kegaduhan di dapur rupanya membangunkan Madia (40). Mendapati tiga pencuri menganiaya ibunya, sontak Madia mengambil parang panjang dan langsung bertarung dengan tiga orang pencuri itu.

Ajaibnya, Madia yang berkali-kali terkena sabetan pedang di leher, bahu, tangan dan kaki tetap kokoh berdiri melakukan perlawanan. Hingga salah seorang rampok tewas dengan luka bacok di muka leher, kaki dan tangan.

Melihat rekannya tewas, dua pelaku lainnya melarikan diri.

Kapolsek Makarti Jaya, AKP Iskandar AKP didampingi Kanit Intel, Brigpol Hendri mengatakan, satu pelaku yang tewas diketahui bernama Suwono (43)warga tetangga desa di Desa Pendopo Mulyo.

"Setelah dilakukan visum di Puskesmas Makarti Jaya yang bersangkutan dibawa ke rumahnya untuk dimakamkan," tegasnya.

Sementara itu Madia mengalami luka bacokan di bagian leher, bahu kiri, tangan, jari, paha, dengkul, mata kaki kanan, dan Hj Sofi yang mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuhnya dirawat di RS Kota Palembang.

"Korban sudah dilarikan ke rumah sakit, petugas masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya," katanya.


(ris/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini