Dana Aspirasi Modus untuk Jadi Legislator Seumur Hidup

Redaksi Redaksi
Dana Aspirasi Modus untuk Jadi Legislator Seumur Hidup
dok okezone
Dana Aspirasi Modus untuk Jadi Legislator Seumur Hidup.
JAKARTA - Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau yang biasa dikenal dengan dana aspirasi baru saja disetujui di rapat paripurna DPR RI.

Setiap wakil rakyat yang berkantor di Senayan itu akan mendapat 'jatah' sebesar Rp20 miliar digunakan bagi kebutuhan warga di dapilnya masing-masing.

Psikolog politik Universitas Indonesia (UI), Dewi Haroen menduga, program tersebut tidak lain adalah bagian dari pelanggengan politik oligarki.

Dengan dana fantastis tersebut, para anggota dewan bisa kampanye tanpa mengeluarkan modal. Artinya, dana tersebut dijadikan jalan untuk tetap mendapatkan kepercayaan konstituen.

"Ini bentuk politik oligarki, mau jadi anggota dewan seumur hidup," sindir Dewi yang menganggap dana aspirasi telah mencederai perasaan masyarakat tersebut kepada Okezone, di Jakarta, Kamis (25/5/2015).

Lanjut Dewi, dengan dana tersebut, nama para wakil rakyat itu akan mentereng di daerah pemilihan masing-masing. Tentu saja, nyali warga lain yang hendak mencalonkan diri maju ke Senayan menciut dengan besarnya dana aspirasi tersebut.

"Kalau gitu caranya, pembangunan atas nama mereka dan menutup orang kontestan lain untuk maju. Jadi, mereka tidak perlu capek-capek, modal mereka miliaran pakai uang itu saja. Siapa yang mau nyaingin? Enggak ada yang mau. Jadi, akhirnya kepilih lagi," ungkapnya.

Penulis buku Personal Branding itu mengaku tak habis pikir dengan penyimpangan tugas dan fungsi yang dilakukan oleh DPR.

Diketahui, DPR tidak punya kuasa untuk mengeksekusi anggaran, mereka hanya punya wewenang pengawasan, budgeting dan legislasi.

"Fungsi DPR itu budgeting, pengawasan habis itu bikin UU, legislasai, nah kok ada eksekusi menyalurkan anggaran, itu sudah salah," tutup Dewi.


(put/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini