Asriani Jadi Joki SBMPTN Demi Calon Ipar

Redaksi Redaksi
Asriani Jadi Joki SBMPTN Demi Calon Ipar
Foto: Salviah Ika Padmasari/Okezone
Asriani
MAKASSAR - Asriani, gadis berusia 25 tahun itu hanya bisa bungkam, diam seribu bahasa sembari menutupi wajahnya dengan ujung jilbab saat diperiksa di salah satu ruang kemahasiswaan di gedung Rektorat Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan 9, Tamalanrea, Makassar.

Dia diciduk pengawas ujian ruang 11 di SMPN 30, Tamalanrea, Selasa, (9/6/2015) sekira pukul 09.00 Wita karena tertangkap basah menjadi joki Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Hanya beberapa patah kalimat yang berhasil dikorek panitia dan pengawas ujian saat diinterogasi.

"Katanya dia mau jadi joki karena disuruh oleh Mustari, calon suaminya. Yang dia gantikan ikut ujian itu adalah Musfira, calon adik iparnya yang katanya sakit jadi tidak bisa ikuti ujian," kata Dahlan Abu Bakar, Humas Panitia SBMPTN yang juga Kepala Humas Unhas.

Kata Dahlan, tidak banyak yang bisa dikorek dari Asriani yang juga alumnus Unhas. Asriani bungkam sampai calon suaminya, Mustari, warga Kabupaten Maros, tiba. Dan akhirnya di dampingi Mustari, Asriani digiring ke Mapolsk Tamalanrea guna proses hukum lebih lanjut.

"Iya adik saya Musfira lagi sakit kepala dan badannya loyo-loyo jadi tidak bisa ujian," tutur Mustari sebelum bertolak ke Mapolsek Tamalanrea seraya mengaku dirinya yang meminta calon istrinya itu untuk menggantikan adiknya ujian SBMPTN.

Sebelumnya, Asriani tertangkap basah karena sikapnya mencurigakan di ruangan 11 SMPN 30. Pertama kali yang mengetahui adalah Nurlayla, salah seorang pengawas ujian di ruangan 11. Dia menemukan adanya perbedaan dua tandatangan antara di Kartu Ujian dan tanda tangan Asriani di daftar hadir. Asriani kemudian diminta menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Ternyata foto di KTP itu adalah foto Asriani yang ditempel seadanya dan dibalik foto itu tertempel foto Musfira, peserta ujian yang sesungguhnya. Alhasil, Nurlayla pun melaporkan temuannya ke koordinator pengawas ujian.

Sementara itu, panitia ujian SBMPTN di Unhas saat ini juga masih mengejar pelaku joki yang menggunakan handphone model jam tangan yang disita dari ruangan Lecture Teater (LT) 5 Fakultas Kedokteran.

Humas panitia SBMPTN Unhas, Dahlan Abu Bakar mengatakan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi mencari pengawas ujian di LT5 tersebut. Kenapa bisa handphone bentuk jam tangan yang berisi jawaban soal ujian itu bisa disita sementara pelakunya berhasil kabur.

(ful/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini