Ada Potensi Krisis, tapi Tak Sebesar 1998

Redaksi Redaksi
Ada Potensi Krisis, tapi Tak Sebesar 1998
Ilustrasi: Shutterstock
Potensi Krisis Ada, Tapi Tak Sebesar 1998
JAKARTA – Kondisi makroekonomi Indonesia dengan gambaran defisit transaksi berjalan yang hampir menyentuh 3 persen dan perlambatan pertumbuhan ekonomi mengindikasikan bahwa Indonesia memungkinkan mengalami krisis. Meskipun, krisis yang berpotensi tidak sebesar yang terjadi pada 1998.

Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Sudibjo mengatakan bahwa potensi krisis ada tapi tidak sebesar 1998. Hal itu dikarenakan kondisi Indonesia saat ini dengan 1998 sangat berbeda.

"Soal potensi krisis 1998, 1998 itu sangat berbeda dengan tahun ini. Saat terjadi krisis 1998 itu tidak semata-mata karena background moneter dan ekonomi, ada background politik yang sangat kuat," ungkapnya pada seminar Indonesia Knowledge Forum 2014 di Ritz Calton, Jumat (10/10/2014).

Saat itu, cerita Bambang, Presiden Soeharto merupakan "pelindung" bisnis-bisnis besar di Indonesia. Ketika pelindungnya sudah tua, lanjut Bambang, pebisnis besar mulai takut dan berencana menarik uangnya dari Indonesia ke luar negeri.

"Pasar tahu kalau Soeharto enggak akan lama lagi sudah saatnya lengser, bisnisnya ketakutan, lalu uangnya mereka dipindahkan ke luar negeri," jelas dia.

Ketika secara serentak dilakukan penarikan uang, keseimbangan makroekonomi Indonesia saat itu seketika goyang.

"Kondisi sekarang tidak separah itu. Potensi ada tapi tidak sebesar 1998, Selalu akan ada cara asal dilakukan dengan benar karena Tuhan berpihak dengan orang benar. Kalau Jokowi konsisten melakukan yang benar, Tuhan akan bersama kita," jelas dia. (rzy/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini