Walhi Kalteng: Lokasi Lahan Persawahan Jokowi Adalah Kawasan Konservasi

Redaksi Redaksi
Walhi Kalteng: Lokasi Lahan Persawahan Jokowi Adalah Kawasan Konservasi
(CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Aktivis Walhi di depan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta.

JAKARTA - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalimantan Tengah, Dimas Hartono menyebut lokasi untuk rencana Presiden RI Jokowi mengalih fungsikan lahan gambut di Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi lahan persawahan adalah sebuah kawasan konservasi.

"Sayangnya lokasi tersebut merupakan lokasi yang kalau kita perhatikan di peta itu kawasan suaka alam atau kawasan konservasi, terdapat diantara KHG (Kesatuan Hidrologi Gambut) Sungai Kapuas dan KHG sungai Kahayan. Dan, itu kubah gambut," kata Dimas dalam sebuah diskusi yang digelar secara daring, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, awalnya, setelah mendengar rencana Jokowi untuk membuka lahan persawahan di Kalteng, Walhi meminta konfirmasi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.

Konfirmasi tersebut berkaitan dengan apakah lahan yang akan dipakai apakah sama dengan lahan yang pernah diajukan Pemprov Kalteng ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk pencadangan food estate pada 2017.

"Terkonfirmasi ya. Bahwa memang lahan tersebut merupakan lahan yang dicadangkan," ujar Dimas.

Menurut Dimas andai rencana pemerintah pusat tersebut dilakukan, maka akan berdampak pada kerusakan ekosistem gambut, hingga konflik lahan.

"Kami khawatir dengan prediksi BMKG 2020 ini kemarau cukup panjang. Kami khawatir kalau ini dilaksanakan, merusak gambut yang ada, maka konflik lahan akan terus berlanjut, perusakan ekosistem akan terus terjadi di Kalteng," ucap dia.

Dimas mencontohkan, perusakan ekosistem hingga konflik lahan pernah terjadi di Kalteng, di mana ada sebuah perusahaan perkebunan yang memiliki  luasan lahan 8.200 hektare sempat berkonflik dengan masyarakat setempat.

Perusahaan tersebut juga dituding telah melakukan perusakan ekosistem karena meluruskan beberapa anak sungai.

"Itu baru 8.200 hektare, bagaimana dengan angka yang 300 ribu bahkan mencapai 900 ribu hektare, maka ya siap-siap saja kondisi kerusakan lingkungan akan terjadi," ujar Dimas.

Untuk diketahui sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkap Presiden Jokowi telah memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka lahan persawahan baru demi mencegah ancaman krisis pangan yang terjadi akibat wabah virus corona.

"Lahan basah dan lahan gambut di Kalimantan Tengah lebih dari 900 ribu hektare (ha). Sudah siap 300 ribu ha. Juga yang dikuasai BUMN ada sekitar 200 ribu ha," papar Airlangga dalam video conference, Selasa (28/4). 

(CNNIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini