Mati Saat Dibius

WWF: Relokasi Malah Perburuk Nasib Gajah

Redaksi Redaksi
WWF: Relokasi Malah Perburuk Nasib Gajah
ist.
PEKANBARU, riaueditor.com - Kematian gajah Sumatera di Riau saat direlokasi mendapat perhatian dari NGO pencinta satwa, World Wildlife Fund (WWF). Menurut mereka relokasi bukan solusi, tetapi menjadi permasalahan baru. 
 
"Relokasi itu bukan solusi untuk memecahkan permasalah konflik antara gajah dan masyarakat. Tapi malah menjadi masalah baru untuk kelangsungan hidup gajah yang direlokasi," kata Humas WWF Riau, Syamsidar, Jumat (3/1/2014).
 
Dilihat dari pengalaman sebelumnya banyak permasalah gajah yang muncul saat direlokasi yang sampai berujung pada kematian seperti terakhir saat relokasi dari Kabupaten Rohul ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas Kabupaten Siak.
 
"Pertama, gajah yang direlokasi akan sulit beradaptasi dengan lingkungan barunya. Kemudian gajah yang direlokasi itu biasanya akan berkonflik dengan gajah yang ada di sana. Ini berakibat bisa kematian bagi gajah-gajah tersebut. Kemudian gajah yang direlokasi itu juga kebanyakan tidak mau tinggal di tempat baru itu," imbuhnya.
 
Karena beberapa kali pernah terjadi saat relokasi gajah akibat konflik. Misalnya pada tahun 2006 saat relokasi dari Suaka Marga Satwa Balai Raja, Riau, Gajah yang direlokasi akhirnya mati.
 
"Karena relokasi bukan jalan penyelesaian, makanya belum lama ini Kementerian Kehutanan mengeluarkan peraturan kalau tidak boleh merelokasi gajah lagi," imbuhya.
 
Namun WWF mengaku tidak habis fikir kalau pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau tersebut merelokasi gajah betina berusia 20 tahun itu sampai akhirnya mati diduga over dosis bius itu.
 
"Jika ada permasalah antara gajah dan masyarakat, sebaiknya semua pihak itu seperti Kementerian Kehutanan, Pemda, polisi, TNI pemuka masyarakat duduk bersama untuk mencari sosuli. Tapi bukan relokasi gajah. Karena saat ini memang kawasan hutan tempat gajah hidup sudah kritis akibat alih fungsi lahan," tandasnya.(*)

(okezone.com)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini