Tidak Efektif Dalam Penanganan Karhutla, Riau Kembalikan Air Tracktor ke Pusat

Redaksi Redaksi
Tidak Efektif Dalam Penanganan Karhutla, Riau Kembalikan Air Tracktor ke Pusat
ist.net
Dianggap Tidak Efektif Penanganan Karhutla, Riau Kembalikan Air Tracktor Ke Pusat.
PEKANBARU, riaueditor.com - Dianggap tidak efektif dalam mengurangi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat Pemprov Riau dan timnya mengembalikan pesawat air tracktor ke pusat melalui Kementrian Hutan dan Lingkungan Hidup (Kemenhut-LH).

Informasi pengembalian pesawat ini disampaikan langsung oleh Danrem 031/WB Brigjend TNI Nurendi selaku Kepala Satgas Karlahut di Riau, di sela rapat evaluasi harian di Lanud Roesmin Nurjadin. Dikatakannya, Tim penangggulangan karhutla yang dikirim Pusat melalui Kemen LHK mengecewakan baik pilot maupun pesawatnya termasuk pesawat Air Tractor bahkan dikatakan hanya efektif untuk menabur pupuk.

"Tidak usah dipikirkan lagi, kembalikan saja, titik. Karena kinerja pesawat air tractor yang dinilai sangat terbatas dalam melakukan pemadaman," katanya, Senin (7/9).

Masih katanya, jika memang dirasakan tidak efektif karena tidak bisa diandalkan dalam melakukan pemadaman Karlahut di Riau memang harus segera dievaluasi. "Karena peralatan yang dibutuhkan saat ini, efektif, efisien dalam melakukan pemadaman," jelasnya.

Ditemui ditempat yang sama, Tim Satgas Udara Kapten Yudi Ameriza menyampaikan kekecewaannya baik kinerja pesawat mau pun pilotnya. Sebab, untuk menghabiskan air sebanyak 5 ribu ton yang disiapkan Manggala Agni pun, pesawat itu tidak bisa.

"Begitu juga dengan sikap pilotnya yang bekerja juga dinilai mengecewakan. Di antaranya, ketika pilot pesawat air tractor diperintahkan memadamkan titik yang direncanakan, justru menuju lokasi pemadaman yang sudah dilakukan helikopter Kamov," tuturnya.

Kemudian, rencana pemadaman kebakaran di Rimbo Panjang kemarin juga tak muncul-muncul. Sementara secara teknis dinyatakan tidak ada masalah.

"Saya heran, padahal pilotnya bule. Satu tanker manggala agni juga tak habis, sebanyak 5000 ton. Tapi banyak sisa malahan. Kemudian yang dijanjikan ke Kampar (kemarin) juga tak ada muncul, padahal sudah ditunggu. Jadi saya kira (pesawat air tractor) mungkin kalau naburin pupuk bisa," tukasnya.(dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini