Selain Pulau Rangsang, Abrasi Ancam Desa Mekong

Redaksi Redaksi
Selain Pulau Rangsang, Abrasi Ancam Desa Mekong
b2/REC
Kondisi tebing di Desa Mekong tetap saja runtuh meski sudah dipasangkan turap.
SELATPANJANG Riaueditor.com- Selain mengancam pulau terluar Rangsang, abrasi juga mengancam tebing di laut Desa Mekong Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau. Tebing-tebing di laut itu terus berjatuhan meski sudah dibangun turap.

Seperti yang terlihat ketika wartawan meninjau langsung laut di Desa Mekong, Senin (30/6). Terlihat tanah di bibir laut itu ambruk ke pantai tatkala air pasang menerjang.

Padahal, sepanjang lebih kurang 1 KM di laut Mekong itu sudah dipasangkan turap penahan agar ombak air laut ketika pasang tidak langsung menerjang tebing. Namun demikian, terlihat pula jarak antara pantai dengan turap, sehingga ombak air laut itu menghantam tebing dan menyebabkan tebing-tebing itu menjadi runtuh.

Menurut Nur (53) salah seorang warga Desa Mekong, ketika ditemui di kediamannya mengatakan, dulunya tebing di laut Desa Mekong tidaklah seperti saat ini.

"Seingat saya sudah ratusan meter tebing di Desa Mekong ini runtuh. Sudah banyak pula yang dulunya bekas rumah-rumah warga yang sekarang menjadi laut," kata Nur.

Hal lain juga diungkapkan, Ardi F. Menurut dia sebelumnya mereka senang dengan pembangunan turap ini karena bisa menahan abrasi, namun melihat kondisi yang ada sekarang kekhawatiran itu kembali dirasakan.

"Coba lihat tebing-tebing ini kembali runtuh, padahalkan sudah ada turap," kata Ardi kepada wartawan.

Sebelum ini, tambah Ardi, beberapa tahun yang lalu di laut Desa Mekong sudah ditanami mangroove jenis api-api untuk penahan gelombang, namun api-api itu tidak bisa hidup dan akhirnya tetap saja ombak menghantam tebing desa yang berada tepat di depan Selat Melaka itu.

"Dulu ada ditanam api-api namun tidak bisa tumbuh, entah kena gelombang atau terinjak sama warga yang beraktivitas di laut, api-api itu tidak ada yang hidup," tambah Ardi pula.(B2)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini