Normalisasi Sungai Kerinci Nol, Alur Sungai Ditutupi Enceng Gondok dan Rumput Liar

Redaksi Redaksi
Normalisasi Sungai Kerinci Nol, Alur Sungai Ditutupi Enceng Gondok dan Rumput Liar
zul/riaueditor.com
Normalisasi Sungai Kerinci Nol, Alur Sungai Ditutupi Enceng Gondok dan Rumput Liar.
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Hampir seluruh alur sungai Kerinci yang terletak di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat saat ini ditutupi enceng gondok dan berbagai rumput liar hingga tak tampak alurnya. Padahal, sungai tersebut menjadi saluran utama pembuangan air jika terjadi banjir. Tak hanya itu, sungai yang bermuara ke Sungai Kampar itu juga menjadi lokasi menangkap ikan dan aktivitas lainnya.
 
"Selagi belum musim hujan, kalau sudah hujan kita berharap dilakukan normalisasi tak ada cerita lagi, banjirlah yang mengancam warga yang berada di hulu sungai ini," kata Fisal (33) warga yang tinggal di Perum Grahara Pelalawan, SP 6 Desa Makmur Pangkalan Kerinci, Kamis (5/11).
 
Menurutnya, warga yang berada di hulu Sungai Kerinci tetap aman-aman saja, karena hujan masih jarang turun. "Tapi kalau intensitas hujan tinggi, kacau kami kena banjir. Apalagi dengan kondisi sungai Kerinci yang tertutup total enceng gondok dan semak rumputan liar. Tentulah, air tergenang dan kami yang terancam," ungkapnya.

Senada dengan Fisal, Kepala Desa Makmur Suparno juga mengharapkan dilakukannya pembersihan Sungai Kerinci tersebut. "Sekarang alur sungainya tampak paling satu jengkal lagi. Semuanya sudah tertutup enceng gondok yang cepat berkembang biak. Kalau hujan ya warga saya terancam memang. Sangat diharapkan normalisasi sesegera mungkin lah," harapnya.

Tak puas dengan keluhan warga, riaueditor langsung meninjau dari dekat kondisi sungai Kerinci. Ternyata sangat memprihatinkan. Selain terjadinya pendangkalan akibat kemarau, hampir semua alur sampai bibir sungai dipenuhi rumput liar. Tak hanya rumput sarang buaya yang biasa dikenal warga setempat, tapi enceng gondok sangat mendominasi.

Kekhawatiran warga cukup beralasan, karena aliran sungai itu menjadi tumpuan pembuangan air dari seluruh draenase yang ada, terutama di Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota dan Pangkalan Kerinci Barat.
 
Tahun lalu, saat musim hujan sempat dilakukan normalisasi namun, karena debit air yang tinggi waktu itu, akibatnya upaya normalisasi tidak maksimal. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini