Kabut Asap Riau Parah, Satelit Deteksi 134 Titik Api

Redaksi Redaksi
Kabut Asap Riau Parah, Satelit Deteksi 134 Titik Api
BMKG Stasiun Pekanbaru
PEKANBARU, Riaueditor.com - Dampak yang diakibatkan dari Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Provinsi Riau semakin parah. Dari pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu (2/9), titik panas (hotspot) di Riau sudah mencapai 134 titik, yang menyebar di 11 Kabupaten dan kota. Sementara di Sumatera sendiri hari ini ada sekitar 559 titik hotspot.

Akibat meningkatnya titik panas ini, membuat kabut asap semakin pekat‎ dibeberapa kabupaten dan kota di Riau, diantaranya Pekanbaru dengan jarak pandang hanya 500 meter. Rengat dengan jarak pandang hanya 800 meter. Dumai dengan jarak pandang 700 meter dan Pelalawan dengan jarak pandang 400 meter.

"Empat kawasan ini yang kabut asapnya cukup parah di Riau," sebut Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin.

Se‎makin memburuknya dampak kabut asap di Riau merupakan imbas dari belum teratasinya kasus kebakaran lahan dan hutan, sehingga titik panas dan titik api kian bertambah. Pagi ini saja, satelit Terra dan Aqua mendeteksi ada 559 titik panas di wilayah Sumatera, yang didominasi oleh Sumsel sebanyak 220 hotspot, Jambi 169 hotspot, Bangka Belitung 26 hotspot, Sumbar 6 hotspot dan Lampung 4 hotspot.

Sedangkan untuk Riau sendiri, ada 134 titik panas, diantaranya Kabupaten Meranti dan kota Dumai masing-masing satu hotspot, Rohil 2 hotspot, Rohul dan Bengkalis masing-masing 3 hotspot, Siak 4 hotspot, Kuansing 11 hotspot, Kampar 13 hotspot, Inhu 21 hotspot dan Inhil 29 hotspot serta Pelalawan 46 hotspot.‎

"‎Untuk titik api sendiri ada 98 titik,‎ diantaranya Meranti dan Rohil 1 titik api, Bengkalis 2  titik api, Rohul dan Siak 3 titik api, Kampar dan Kuansing 9 titik api, Inhu 16 titik api, dan Inhil 24 titik api," beber Sugarin.

‎Menurut Sugarin, asap yang melanda 4 kota di Riau adalah rembesan dari provinsi tetangga seperti Jambi san Sumatera Selatan, dimana angin mengarah ke Riau. "Sementara di Riau sendiri juga memproduksi asap hasil pembakaran, jadi kumpulah di sini semua, tambah lagi angin di Riau kalem atau stagnan sehingga menjadi kolam asap," terang Sugarin.(X3)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini