Bencana Asap Riau, Aliansi BEM se- Riau Sampaikan 6 Petisi Rakyat ke Presiden RI

Redaksi Redaksi
Bencana Asap Riau, Aliansi BEM se- Riau Sampaikan 6 Petisi Rakyat ke Presiden RI
humas riau
Aliansi BEM se Riau, Firka Sampaikan 6 Petisi Rakyat ke Menteri LHK RI, Siti Nurbaya.
RIAU, riaueditor.com - Aliensi BEM se-Riau,Selasa (14/9/2015) kemaren  menyatakan sikap atas kondisi  asap yang menimpa Propinsi Riau. Aliensi BEM se-Riau ber inisiafif bertemu dengan Menteri lingkungan hidup dan kehutanan.Mereka berdiri di depan kantor Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera tanggap darurat asap yang ada di Riau

Demikian disampaikan Presiden BEM UIR Firka yang merupakan putra asal Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan kepada awak media, Rabu (16/9/2015). Dikatakannya, BEM se Riau kemaren didampingi Plt Gubri, Arsyajuliandi Rachman berhasil bertemu dengan menteri lingkungan hidup dan kehutanan untuk menyampai kan petisi rakyat riau.

Adapun isi petisi tersebut, telah 18 tahun Riau diselimuti asap di setiap kemarau, semenjak tahun 1997 hingga tahun ini, sejak Soeharto hingga Jokowi. Riau merupakan salah satu daerah gambut terluas di Indonesia. Luas lahan gambut di Indonesia adalah 20,6 juta hektar (10,8% dari luas daratan indonesia) dan 35% nya berada di pulau Sumatra (7,2 juta hektar). Riau memiliki lahan gambut seluas 4,044 juta hektar atau sekitar 56,1% luas lahan gambut di Sumatra. Menurut data dari satelit NASA, dari bulan Januari sampai bulan September titik api paling banyak terjadi di bulan Juli yaitu sebanyak 2085 titik. Dan titik api tersebut, sambung Firka berada di perusahaan kayu atau HTI yang besar di Riau ini," ujarnya.

APBD Riau tahun 2014 Rp8,269 tirliun dalam setahun, sementara kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan untuk Februari - Maret 2015 mencapai 20 triliun. Nilainya dua kali APBD Riau dalam setahun. Sayangnya upaya pemerintah dari tingkat kabupaten, provinsi dan pusat selama ini dalam penanggulangan bencana asap hanya dimaknai sebagai aktifitas rutin tahunan belaka, tidak ada upaya serius dalam pencegahan yang mentargetkan tidak terjadinya bencana asap ditahun depan.

Melihat kondisi tersebut kami kami elemen mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM se Riau menuntut pemerintah untuk;

1) Menghentikan monopoli penguasaan lahan dan hutan gambut di Riau.
2) Menindak tegas dan melakukan penegakan hukum terhadap perusahaan pembakar hutan dan lahan.
3) Melakukan audit, evaluasi dan revisi terhadap izin-izin pemanfaatan lahan oleh perusahaan
4) Membasahi lahan lahan gambut.

5) Cabut izin perusahaan HTI dan perkebunan sawit yang melakukan pembakaran hutan dan lahan di Riau.

6. Menetapkan status Quo selama tiga tahun terhadap lahan yang terbakar dan atau, negara mangambil alih penguasaan lahan yang terbakar.

Dijelaskan Firka, Dalam penyampain petisi tersebut BEM se Riau meminta untuk dipenuhi semua tuntutan yang no 4 karna sudah dalam proses untuk jangka panjang.

Dalam pertemuan tersebut kami juga mendesak dihilangkannya asap secepatnya. Karena sudah banyak korban berjatuhan akibat kabut asap, tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini