BLH Gelar Sosialisasi dan Bimtek Program Adiwiyata

Ajak Sekolah Peduli Lingkungan
Redaksi Redaksi
BLH Gelar Sosialisasi dan Bimtek Program Adiwiyata
Kepala BLH Pelalawan H Syamsul Anwar SH,MH
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Badan Lingkungan Hidup (BLH) menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Adiwiyata, Selasa (15/9) di aula kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) yang diikuti oleh puluhan sekolah binaan se-kabupaten Pelalawan yang belum meraih penghargaan Adiwiyata.

Adapun pemateri dari Sekolah SMKN 1 selaku sekolah peraih penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional, yakni Nurasia MPd selaku Kepala Sekolah dan Tuti Asmiati selaku komposer pembuat pupuk cair dari sampah daun dan buah ketapang yang ada di sekitar pekarangan sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala BLH Pelalawan H Syamsul Anwar SH MH melalui Kabid Amdal Eko Novitra ST,MSi kepada riaueditor, Selasa (15/9) kemarin. Dikatakannya, bahwa program Adiwiyata merupakan suatu program yang bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukungan pembangunan yang berkelanjutan.

"Dan pengembangan program tersebut dimulai tahun 2006 oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terhadap 10 sekolah di Pulau Jawa. Sedangkan di kabupaten Pelalawan sendiri, program tersebut baru dilaksanakan pada tahun 2011 dan ditetapkan 2 sekolah Adiwiyata Nasional pada 2012. Sekolah itu adalah SMKN 1 Pangkalan Kerinci dan SMAN 1 Pangkalan Kerinci," terang Kabid Amdal.

Diungkapkannya, bahwa pada 2014 kembali ditetapkan 3 Sekolah Adiwiyata Nasional di kabupaten Pelalawan yakni SD Negeri 006 Pangkalan Kerinci, SDN 007 Pangkalan Kerinci serta SMPN 02 Bandar Sekijang. Sedangkan untuk SMKN 1 Pangkalan Kerinci, setelah melakukan berbagai peningkatan, maka pada tahun 2015 berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional.

"Untuk itu, diharapkan sekolah peraih Adiwiyata Mandiri Nasional yakni SMKN 1 Pangkalan Kerinci dapat menjadi contoh untuk sekolah-sekolah lainnya se kabupaten Pelalawan, sehingga akan terbentuk sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional baru di kabupaten Pelalawan ke depannya," paparnya.

Ditambahkannya, bahwa pelaksanaan Program Adiwiyata, diletakkan pada dua prinsip dasar yakni partisipatif, komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran. Kedua, berkelanjutan dimana seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara konfrehensif.

"Untuk itu, melalui kegiatan ini, kita harap para peserta dapat memahami dan melaksanakan program Adiwiyata di sekolahnya masing-masing dan dapat mengimplementasikannya sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya," ujarnya.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini