Atasi Abrasi, LSI-KM Harap Pemkab Kerjasama Dengan BNPP

Redaksi Redaksi
Atasi Abrasi, LSI-KM Harap Pemkab Kerjasama Dengan BNPP
SELATPANJANG, riaueditor.com- Sejak 1970 lalu hingga tahun 2014 ini, sedikitnya 5 kilometer daratan pantai Pulau Rangsang Kecamatan Rangsang pesisir mengalami abrasi yang mengikis daratan pantai tersebut.

"Saat ini sepanjang 5 KM bibir pantai wilayah Kecamatan Rangsang pesisir mulai dari Desa Telesung hingga Tanjung Kedabu dikikis abrasi, bahkan luas pantai akibat abrasi juga sudah mencapai sekitar 5 KM ke laut, artinya sampai saat ini sudah mencapai 5 KM lahan perkebunan dan puluhan rumah milik masyarakat yang sudah amblas ke laut sejak 1970 lalu," ungkap Buyung, Ketua Lembaga Survey Independen Kepulauan Meranti (LSI-KM) saat ditemui di sekretariatnya LSI-KM Jl Dahlia baru-baru ini.

Menurut Buyung abrasi paling parah terjadi pada musim utara dan musim barat laut, artinya pada musim utara angin sangat kencang dan itu berlangsung selama 3 bulan, dan disambung dengan musim barat laut dan anginnya juga sangat kencang dengan tenggang waktu 3 bulanan juga, artinya dalam satu tahun selama 6 bulan angin kencang menyebabkan abrasi di Pulau Rangsang yang berhadapan dengan Selat Melaka.

Ditambahkan Buyung, diperkirakan dalam satu tahun sedikitnya sekitar lebih kurang 10 meter daratan Pulau Rangsang yang terkikis abrasi akibat terpaan angin dua musim tersebut.

Ganasnya abrasi, lanjutnya menyebabkan lahan perkebunan kelapa masyarakat di Kecamatan Rangsang Pesisir berubah menjadi hamparan pantai sejak tahun 1970 lalu. Selain itu puluhan rumah milik masyarakat juga ikut terjun ke laut, bahkan tidak sedikit pula makam masyarakat di sana yang juga ikut amblas ke laut akibat abrasi tersebut.

"Bagi keluarga yang mampu mereka lebih memilih untuk memindahkan kuburan tersebut ke daerah yang lebih aman dari abrasi, ketimbang amblas kelaut," kata Buyung.

Dampak dari ganasnya abrasi juga mempengaruhi tingkat kemiskinan di wilayah Pulau Rangsang khususnya di Kecamatan Rangsang Pesisir setiap tahunnya terus meningkat, bahkan tidak sedikit pula masyarakat di wilayah Kecamatan Rangsang Pesisir yang harus kehilangan sumber pendapatan mereka, dikarenakan lahan perkebunan kelapa yang mereka miliki saat ini sedikit demi sedikit amblas ke laut menjadi hamparan pantai.

"Kita mengharapkan Kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk dapat. mencarikan solusi untuk mengatasi sekaligus pencegahan meluasnya abrasi di wilayah Pesisir khususnya Pulau Rangsang, Kecamatan Rangsang Pesisir. Kami Masyarakat juga menyadari persoalan Abrasi ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, akan tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama, namun demikian sebagai masyarakat kemampuan yang dimiliki sangat terbatas, untuk itu kami mengharapkan adanya kebijakan pemerintah untuk mencarikan solusi dalam penanganan abrasi di daerah pesisir ini," harapnya.

Ia juga menyatakan daerah perbatasan merupakan daerah yang diprioritaskan oleh pemerintah pusat melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan, artinya pemerintah kabupaten kepulauan Meranti punya peluang besar untuk mengajukan program atau usulan pembangunaan wilayah pesisir khususnya yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga.

"Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti punya kesempatan untuk mencari solusi dan sekaligus mencegas meluasnya abrasi di Pulau rangsang ini, hanya saja peranan BPP Kepulauan Meranti yang perlu ditingkatkan. Pemerintah Pusat melalui BNPP telah membuka kran hanya saja BPP kita mampu atau tidak memanfaatkan kesempatan yang ada, karena untuk mendapatkan anggaran dari pusat itu tidak bisa hanya dengan angan-angan namun perlu program yang nyata, untuk itu kita harapkan Pemkab Meranti melalui BPP benar–benar serius memperjuangan daerah abrasi khususnya yang berhadapan langsung dengan Selat malaka itu," sebutnya.(ai)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini