Anggaran Belum Cair, Hasil Uji Sampel Pencemaran Sungai Kerumutan Kabur

Redaksi Redaksi
PELALAWAN, riaueditor.com - Akibat menunggu anggaran yang belum mencair juga, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pelalawan belum berhasil mengambil uji sampel air Sungai Kerumutan dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Propinsi Riau di Pekanbaru, terkait dugaan pencemaran limbah di aliran sungai Kerumutan yang bersumber dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Makmur Andalan Sawit (PT MAS) yang beroperasi di Desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung belum bisa diambil.

Demikian dikatakan Akhtar, Kabid Pengawasan dan penegakan hukum lingkungan hidup BLH Pelalawan. Menurutnyan, hasil Uji sampel sudah bisa diambil, namun kendalanya anggaran BLH belum cair.

"Untuk 1 sampel harganya Rp.1,8 juta ya kalau 5 sampel kita bayar Rp.9 juta. Tentunya setelah kita bayarkan baru diserahkan hasil sampel Labkesda itu. Kalau anggaran sudah cair, maka hasil uji sampel akan segera diambil. Kita komit dan konsisten soal tindak lanjut ribuan ikan mati di Sungai Kerumutan ini," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala BLH Pelalawan Syamsul Anwar SH,MH kepada riaueditor.com menyebutkan, jika hasil Lab nanti keluar tentunya dapat diketahui apakah parameter limbah berada diatas atau dibawah ambang batas baku mutu sebagaimana peraturan berlaku.

"Jika limbah dibawah baku mutu maka tidak akan menjadi masalah, namun jika berada di atas baku mutu tentu sudah menyalahi aturan. Sanksi tentu akan diberlakukan bagi perusahaan apalagi pencemaran sungai memang benar-benar diakibatkan oleh limbah. Selain dilakukan perbaikan juga bisa diminta untuk dilakukan restocking ikan di sungai Kerumutan," ungkapnya.

Disinggung soal sanksi terberat berupa pembekuan izin, Syamsul menyebutkan banyak Hal yang harus dikaji jika sanksi berupa pembekuan izin. "Kita belum sampai kesana dululah bicara soal sanksinya. Kita serahkan semuanya ke Pemkab Pelalawan. Yang jelas kita serius soal ini," ungkap Syamsul yang tak banyak komentar soal sanksi.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini