Abrasi Pulau Rangsang, Pemerintah Pusat Harus Segera Turun Tangan

Redaksi Redaksi
Abrasi Pulau Rangsang, Pemerintah Pusat Harus Segera Turun Tangan
SELATPANJANG, riaueditor.com- Terkait abrasi di Pulau Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau yang semakin parah dan mengkhawatirkan, Pemerintah Kabupaten
Kepulauan Meranti melalui Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Ir. Maamun Murod mengakui, abrasi menjadi persoalan yang sangat rumit untuk dipecahkan.

Dari data sebaran abrasi Dishutbun Meranti, ada 6 desa yang menjadi titik terparah akibat terjangan abrasi, dua di antaranya desa Bantar dan Anak Setatah.

Dalam 12 tahun terakhir, luas daratan yang runtuh ke laut diterjang abrasi mencapai 800 meter lebih dengan sebaran panjang abrasi mencapai ribuan meter. Mulai dari Pantai Barat Pulau Rangsang sampai Pantai Timur.

"Dari pemaparan warga, di daerah ini dulunya ada mesjid, rumah warga dan kuburan. Sekarang semuanya hilang, runtuh diterjang abrasi," beber Maamun Murod.

Abrasi yang terjadi di Pulau Rangsang ini nyaris memutus dua desa yang ada di pulau tersebut, yakni desa Anak Setatah dan desa Bantar.

Untuk mengantisipasi meluasnya abrasi, lanjut Murod jelas sangat tidak mungkin kalau hanya mengandalkan kekuatan masyarakat dan Pemkab Kepulauan Meranti. Selain sebaran abrasi yang luas, biaya untuk program mengantisipasi abrasi ini juga cukup besar.

"Untuk itu, mau tidak mau pemerintah pusat harus turun tangan" imbuh Kadishutbun Meranti ini(B2)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini