22 Desa di 6 Kecamatan Diprediksi Jadi Titik Banjir di Pelalawan

Langkah Penanggulangan Mulai Dipersiapkan
Redaksi Redaksi
22 Desa di 6 Kecamatan Diprediksi Jadi Titik Banjir di Pelalawan
Hadi Penandio Kepala BPBPKD Pelalawan
PKL.KERINCI, riaueditor.com - Sebanyak 22 Desa di 6 Kecamatan yakni Langgam, Pelalawan, Teluk Meranti, Ukui, Pangkalan kuras dan Pangkalan kerinci bakal menjadi titik rawan banjir di Kabupaten Pelalawan. Guna melakukan antisipasi, sejumlah persiapan penanggulangan mulai dipersiapkan dengan melakukan rapat rapat koordinasi penanggulangan banjir pada Kamis (19/11/2015) diruang rapat lantai II Kantor Bupati Pelalawan. Mengingat sesuai data BMKG Riau musim penghujan akan berlangsung hingga bulan Desember mendatang.

Hal ini dibenarkan oleh Hadi Penandio Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Daerah (BPBPKD) Kabupaten Pellawan kepada riaueditor, Jumat (20/11/2015). Menurutnya, dari hasil rapat koordinasi penangulangan banjir bersama instansi terkait seperti Polri, TNI, BPBPKD, Diskes, Diskessos, PMI, Tagana, Dinas PU dan dihadiri KPU Pelalawan beberapa kesiapan menjadi topik pembahasan diantaranya personil, kelengkapan dan peralatan dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana banjir.

"Dalam rapat diminta seluruh aparatur Pemerintahan Camat, Lurah dan Kades untuk terus melakukan koordinasi dan komunikasi serta pemantauan dengan instansi terkait terutama dalam mempersiapkan jalur dan tempat evakuasi pada kondisi tertentu Dimana tinggi air sudah naik atau banjir," paparnya.

Selanjutnya, sambung Hadi Penandio para Camat, Lurah dan Kades diminta untuk menyampaikan laporan perkembangan dan peringatan dini kepada Masyarakat pada saat kondisi air sudah naik.

Sementara itu, untuk BPBPKD Pelalawan sendiri terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemkab Kampar melalui  BPBD kampar guna memantau kondisi perkembangan tinggi air sungai Kampar.

"Jadi dengan diketahui kondisi air sungai kampar di hilir, maka akan berpengaruh langsung untuk yang dihulu yang ada di Pelalawan. Termasuk soal kondisi air di PLTA Koto Panjang jika bendungan dibuka karena kelebihan kapasitas air. Ini tentunya untuk persiapan dini kepada masyarakat yang di hulu yang berada di bantaran sungai Kampar Kabupaten Pelalawan. Personil kita stanbay jika amat dibutuhkan maka akan segera turun. Kita sudah ada tenda dan 2 unit speed boat serta perlengkapan dan peralatan lainnya," ungkap Hadi Penandio. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini