LAM Riau Keluarkan Warkah Tentang LGBT

Redaksi Redaksi
LAM Riau Keluarkan Warkah Tentang LGBT
Warkah LAM RIau tentang LGBT.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Majelis Kerapatan Adat (MKA) dan Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menetapkan Warkah Petuah Amanah LAMR tentang Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT) nomor W 01/WARKAH/LAMR/2023, Jumat (20/1/2023). Diketahui, LGBT saat ini tengah marak perlu diwaspadai.

Warkah tersebut dikeluarkan dengan asas musyawarah dan mufakat setelah melakukan perbincangan yang mendalam dengan berbagai pihak untuk selanjutnya disampaikan dan disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat Riau.

Dalam warkah tersebut, LAMR berpandangan bahwa LGBT perbuatahn yang sangat dilarang dalam Islam. LGBT sebagai perbuatan yang dimurkai Allah dan mendekatkan pada kebinasaan.

Dalam adat Melayu yang bersendikan syarak dan syarak bersendikan kitabullah, jika perilaku LGBT menyimpang dari ketentuan agama, maka tentunya menyimpang pula dalam ketentuan adat resam Melayu.

Perilaku LGBT ini berpengaruh buruk terhadap kehidupan masyarakat dan generasi muda. LAMR menilai perlu membentengi moral generasi muda. Ini sebagaimana termaktub dalam Gurindam Duabelas Raja Ali Haji, "Kepada anak janganlah lalai, supaya dapat naik ke tengah balai".

Tak hanya itu, perilaku LGBT juga menyebabkan penularan HIV AIDS. Dalam tunjuk ajar Melayu sendiri ada tuntutan menjauhi perkara dan pekerjaan mudarat.

Dalam warkah yang ditandatangani oleh Ketua Umum MKA dan Ketua Umum DPH tersebut, LAMR mengistiharkan lima poin permintaan. Yakni:

1. Menolak LGBT beserta organisasinya dalam bentuk apapun. Menegaskan LGBT bertentangan dengan paham kemelayuan.

2. Mendesak Pemerintah dan DPRD Riau membuat Perda LGBT, melakukan penegakan hukum, melarang dan tidak memberikan izin kelompok-kelompok berpaham LGBT.

3. LAMR mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perkembangan kelompok ini, menjaga keluarga dan lingkungan dari penyebaran LGBT.

4. Kepada LAM kabupaten/kota, LAM Kawasan, LAMR Kecamatan, LKAM serta pebatinan se-Riau untuk dapat mengawasi perilaku LGBT dan berbagai bentuk kegiatannya. Memberikan sanksi adat atas perilaku LGBT sesuai dengan kearifan lokal masing-masing.

5. Kepada pemerintah, LAMR meminta untuk melakukan pencegahan dini melalui sosialisasi dengan melibatkan lintas instansi serta melakukan pengobatan melalui konsultan psikologi, medis dan pendekatan agama.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini