Imran Khan terjun ke dunia politik setelah pensiun sebagai atlet kriket. (AFP PHOTO / AAMIR QURESHI)Tawaran masuk ke dunia politik ditampik Khan. Sementara kegagalan di Piala Dunia Kriket 1987 sempat membuat Khan memutuskan pensiun sebelum kembali lagi menjadi kapten pada awal 1988.
Khan membawa sukses ketika kembali ke timnas di usia senja dengan meraih gelar Piala Dunia kriket 1992 yang merupakan pertama dan satu-satunya bagi Pakistan hingga kini.
Selepas pensiun setelah Piala Dunia, Khan baru masuk dunia politik. Mendirikan partai Pakistan Tehreek e Insaf, menjadi anggota Majelis Pakistan dan kini menjadi Perdana Menteri.
Khan yang menjunjung nilai Islam dikenal sebagai sosok yang nasionalis dan populis.
Duel melawan negara-negara barat tak hanya terjadi ketika Khan masih aktif menjadi atlet kriket. Setelah menjadi politikus, Khan pun tak lepas dari permasalahan Islam dan barat.
Berbekal pengalaman hidup di Eropa pada masa remaja, Khan memiliki pandangan terbuka mengenai perbedaan dunia barat dan Islam.
"Di universitas, tidak hanya Islam, tetapi semua agama dianggap tidak sesuai zaman. Ilmu pengetahuan menggantikan agama, dan jika sesuatu tidak dapat dibuktikan secara logis maka itu dianggap tidak ada. Semua hal supranatural hanya ada di film," kata Khan dikutip dari Memri.
"Para filsuf [yang dihormati di Barat] seperti Darwin, adalah orang yang memiliki teori evolusi setengah matang untuk menyangkal penciptaan manusia sebagaimana ada pada ajaran agama," sambungnya.
Dalam sebuah pidato di hadapan Majelis Umum PBB pada September tahun lalu, seperti dilansir QZ, Khan meminta pemimpin dunia mengakhiri islamofobia yang muncul sejak insiden 9/11. Menurutnya ada beberapa pemimpin barat yang menyamakan terorisme dengan Islam.
Salah satu cara yang disebut Khan bisa meredakan hal tersebut adalah dengan mewujudkan masyarakat yang saling peka satu sama lain.
"Ketika saya pertama kali pergi ke Inggris, ada film komedi tentang Yesus Kristus. Itu tidak terpikirkan dalam masyarakat Muslim. Dalam masyarakat Barat, dan cukup benar, Holocaust diperlakukan dengan kepekaan, karena itu membuat komunitas Yahudi sakit. Hanya itu yang kami tanyakan: Jangan gunakan kebebasan berbicara untuk membuat kami sakit dengan menghina nabi suci kami. Itu saja yang kami inginkan," ucap Imran.
Di sisi lain, Khan juga menyarankan pemimpin-pemimpin Islam bisa memberi pengertian kepada masyarakat dunia mengenai agama Nabi Muhammad dengan baik agar tidak terjadi salah sangka dan meluruskan kekeliruan.
"Ada kebutuhan untuk memberi tahu kepada orang lain mengenai kesalahpahaman itu [islamofobia] dan menjelaskan sebenarnya apa itu Islam," ujar Khan ketika berkunjung ke Malaysia seperti dikutip The Star.
(CNNIndonesia.com)