4 November 2016 *Aku Datang*

Oleh; Fitria Hasan
Redaksi Redaksi
4 November 2016 *Aku Datang*
fb/Fitria Hasan
FITRIA HASAN, salah seorang mahasiswi asal Riau yang saat ini menimba ilmu di salah satu universitas di Bandung Jawa Barat, mengungkapkan keislamannya yang terluka, geram atas penghinaan terhadap kitab suci Al-quran yang mengguncang bangsa saat ini.

Fitria Hasan menyampaikan alasannya untuk datang pada 4 November 2016 ke Jakarta bersama rombongan muslimin dan muslimat dari Bandung.

Berikut ini pernyataannya selaku muslimah yang diungggahnya dalam bait-bait puisi sebagai landasan tanggungjawab keislamannya;


4 November 2016 *Aku Datang*

Aku datang,
Bukan karena ikut-ikutan
Tapi karena kesadaran,
Terlebih karena tanggungjawab.

Ya,
Tanggungjawab.

Jika namaku dicaci saja aku marah,
Jika kehormatanku dihina aku geram.
Kali ini Al-Qur`an,
Yang disucikan, Firman Tuhan,
Dilecehkan sejelasnya.

Jika Aa Gym,
Yang kukenal santun,
Lalu geram dan marah besar.

Jika Salim A Fillah,
Yang kukenal lembut,
Lalu geram dan lantang.

Jika Ustad Bachtiar Nasir,
Ulama yg sering aku ikuti kajiannya, offLine maupun online,
Pun tidak hanya marah,
Tapi jauh dari itu... turun ke jalan.

Jika Para Ulama, Habaib
Ratusan ribu ummat,
Turun ke jalan.

Lalu,
Aku masih hanya terdiam?
Lalu siapakah aku?

Aku jauh lebih banyak dosa dari mereka,
Aku jauh dari keilmuan mereka,
Aku jauh dari tingkat keshalehan mereka.

Lalu siapakah aku?

Maka,
Disinilah aku nyatakan,
AKU DATANG.
4 NOVEMBER 2016
MEMBELA ISLAM.

AKU DATANG,
Karena aku masih punya nurani,
Aku harus membela agamaku,
Aku harus membela Al-Qur`an,
Aku harus membela...

Agar kelak aku bisa menjawab,
Jika Allah menanyakan.
"Dimana dirimu saat kitabKu dihinakan?"

Aku harus membela,
Harapan besar,
Ketika kelak di hari penghakiman.

Al-Quran akan menjadi pembela ku saat kian banyak dosa aku lakukan.

Aku akan membela,
Besar harapan bisa menjadi tambahan amal kebaikan,
Yang kelak Allah perhitungkan.
Setidaknya untuk mengurangi beban dosaku.

AKU DATANG,
Karena aku punya hati nurani,
Aku masih punya iman.

Aku sadar betul,
Aku bukan muslim yang baik,
Belum mengamalkan seluruh ajaran,
Belum optimal mempelajari Al-Quran,
Belum juga dalam pemahamanku tentang Islam.

Maka itu,
Aku terus belajar.

Jika,
Karena sikapku banyak yang membenci,
Karena pilihanku banyak yg mencaci,
Karena ikut aksi 4 November aku dikatakan bodoh.

Biarlah...
Aku tak peduli dengan umpatan itu,
Karena aku yakin mereka juga tak peduli denganku.

Dan,
Pertolongan itu dari Alloh,
Rezekiku dari Alloh,
Hidup dan matiku diatur Alloh.
Allahu Akbar!!

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini