Kasus DBD Merebak di Kopah, Kadiskes Aswandi: Saya Belum Dapat Laporan

Redaksi Redaksi
Kasus DBD Merebak di Kopah, Kadiskes Aswandi: Saya Belum Dapat Laporan
Kadiskes Kuansing, Aswandi.(Foto: RA)

KUANSING - Memasuki musim pancaroba (pergantian musim penghujan ke musim kemarau), kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di Desa Jaya Kopah Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuansing. Kali ini seorang ibu rumah tangga bernama Jumaturrahmah alias Ijum yang dilarikan ke rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Teluk Kuantan, Senin (19/6/2023).

MW, Suami pasien mengatakan, awalnya sang istri mengalami sakit kepala, mual-mual, demam panas tinggi dan terakhir mimisan. Ijum kemudian dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 21.00 WIB.

"Saya khawatir dengan kondisi istri saya, maka saya putuskan dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan maksimal," ungkap MW.

Sebelumnya juga sudah 3 orang warga Desa Jaya Kopah terindikasi terkena DBD dan terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit Teluk Kuantan, namun kemudian dirujuk ke RS Pekanbaru.

Hingga saat ini belum ada upaya nyata pemerintah daerah atau Puskesmas terdekat untuk melakukan tindakan pencegahan di lapangan.

"Sangat disayangkan Dinas Kesehatan maupun Puskesmas yang ada di Kopah kenapa tidak ada gerakan untuk pencegahan," ujar MW.

Hal yang sama juga diungkapkan seorang masyarakat Desa Jaya Kopah, Ijon. Dia meminta pemerintah daerah segera berupaya secepatnya untuk menekan penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk Aedes Aegepty tersebut dengan melakukan fogging di daerah yang positif terdapat korban DBD.

Siapapun bisa terserang DBD tanpa mengenal faktor usia dan jenis kelamin, maka harus dengan penanganan tepat.

"Sebelum korban DBD lebih banyak lagi, kami minta Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing serius dalam menangani kasus Demam Berdarah Dengue yang baru-baru ini terjadi," papar Ijon.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing, Aswandi saat dikonfirmasi riaueditor.com mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan DBD yang diterimanya, baik dari Puskesmas secara tertulis maupun dari masyarakat.

Sementara, Kepala Puskesmas Kopah dr.Amalia saat di hubungi melalui selulernya secara berulang kali mamun tidak ada jawaban.

Cukup aneh, kasus ini sudah merebak sejak akhir Mei lalu, namun ternyata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuansing mengaku tidak mengetahui dan belum ada laporan.

Perlu dipertanyakan peran Puskesmas Kopah perihal merebaknya kasus DBD tersebut, seolah kasus ini ditutupi.(RA)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini