DBD Riau Capai 810 Kasus, Masyarakat Diimbau Giatkan 3M

Redaksi Redaksi
DBD Riau Capai 810 Kasus, Masyarakat Diimbau Giatkan 3M
Ilustrasi.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Seluruh masyarakat di Riau diingatkan agar menjaga kebersihan lingkungan untuk mengantisipasi semakin merebaknya Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, saat ini angka DBD di Provinsi Riau terus bertambah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin mengingatkan, hingga saat ini total kasus DBD di Riau mencapai 810 kasus. Paling banyak ditemukan di Kota Pekanbaru dengan jumlah kasus 169. Sementara yang paling rendah adalah Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 3 kasus.

"Kalau kita lihat dari data yang ada, memang saat ini tren kasus DBD di Riau cenderung menurun. Puncaknya di bulan Januari itu sampai 200 kasus," kata Zainal, Selasa (25/7/2023).

Sementara, pada Februari lalu DBD ditemukan 123 kasus, Maret ada 133 kasus, April 92 kasus. Kemudan di bulan Mei turun menjadi 139 kasus dan di bulan Juni turun menjadi 124 kasus. Sedangkan untuk laporan kasus DBD bulan Juli ini baru akan dirilis pada Agustus mendatang.

Agar kasus DBD tidak terus bertambah, kata Zainal lagi, setiap rumah harus ada juru pemantau jentik (Jumantik). Itu adalah anggota keluarga di rumah masing-masing.

"Mulai dari kamar mandi tempat bersarang. Karena kalau tiga hari sekali kita kuras dan bersihkan, itu pasti tidak ada telur, kalau tidak ada telur tidak ada jentik, dan kalau tak ada jentik pasti tak ada nyamuk. Jadi 3 M itu yang harus digiatkan," katanya. (mr)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini