Waspadai Daging Illegal Beredar di Meranti

Redaksi Redaksi
Waspadai Daging Illegal Beredar di Meranti
SELATPANJANG, riaueditor.com- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti meminta masyarakat untuk mewaspadai peredaran daging ilegal menjelang lebaran Idul Fitri 1435 H ini. Masyaraat diminta untuk tidak mengkonsumsi daging illegal yang tidak jelas izin dan jaminan halal juga dari kesehatannya.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi UKM (Disperindagkop UKM Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. Syamsuar Ramli kepada riaueditor.com, Selasa (15/7) di Selatpanjang. Maraknya peredaran daging illegal ini dikarenakan tingginya kebutuhan Sembako dan daging saat Ramadhan dan menjelang lebaran.

"Selama Ramadhan harga daging melonjak naik sampai Rp90.000, dan ini diperkirakan berpotensi naik menjelang lebaran Idul Fitri. Dalam situasi seperti ini, masyarakat harus waspada, jangan karena alasan murah lantas membeli daging yang tidak jelas asal usulnya," kata Syamsuar.

Meningkatnya kebutuhan daging menjelang lebaran akan menarik perhatian para spekulan untuk memasukkan daging murah dari luar. Harganya pun jelas akan lebih murah dari daging segar yang baru dipotong. Kalau harga daging segar berkisar Rp90.000, maka daging impor ini jelas akan lebih murah lagi.

"Dari sisi ekonomis memang menguntungkan, namun yang menjadi kekhwatiran pemerintah adalah jaminan kesehatan, yakni ancaman berbagai bakteri yang berpotensi menyebarkan penyakit," jelasnya.

Syamsuar menegaskan kepada importir daging illegal akan diambil tindakan tegas dan tidak bisa ditolerir. Ini peringatan tegas untuk para pedagang daging agar tidak menjual daging yang tidak jelas jaminan keselamatanya.(B2)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini