Pancaroba, Diskes Pelalawan Tangani 59 Kasus DBD

Redaksi Redaksi
Pancaroba, Diskes Pelalawan Tangani 59 Kasus DBD
PKL.KERINCI, riaueditor.com- Hingga saat ini, penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi warga kabupaten Pelalawan. Pasalnya, masuknya musim pancaroba menyebabkan meningkatnya jumlah kasus DBD di Kabupaten Pelalawan yang cukup signifikan, belakangan ini. Sedangkan jumlah kasus penyakit mematikan akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini dari Januari sampai akhir Agustus 2014 sebanyak 59 kasus.

Demikian hal ini disampaikan Kepala Diskes Pelalawan dr Endid R Pratiknyo didampingi Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr Rafles kepada Re, Selasa (26/8) kemarin diruang kerjanya.
 
"Sejak Januari sampai akhir Agustus 2014 ini, trend penyebaran penyakit DBD di Negeri Bono ini mengalami peningkatan cukup signifikan dengan jumlah sebanyak 59 kasus. Sedangkan jika dibandingkan pada tahun sebelumnya (Januari- Agustus,red), kita hanya menangani 12 kasus DBD. Sedangkan peningkatan ini terjadi akibat masuknya musim pancaroba yang telah menyediakan peluang nyamuk mematikan ini berkembang biak. Untuk itu, kita menghimbau agar masyarakat dapat menjaga kebersihan dan menerapkan hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menggalakkan gerakan menguras bak mandi, menimbun barang bekas dan membakar barang bekas (3M). Sehingga, jikahal tersebut terus dilakukan, maka temuan kasus DBD di kabupaten Pelalawan ini pasti tidak ada ditemukan," terang Kadiskes.

Dijelaskan mantan Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci ini, adapun 59 kasus DBD ini ditemukan ditujuh kecamatan masing-masing yakni kecamatan Bandar Petalangan, kecamatan Bandar Sei Kijang, kecamatan Pangkalan Kerinci, kecamatan Pangkalan Kuras, kecamatan Langgam, kecamatan Pelalawan dan kecamatan Teluk Meranti, dengan rentang usia masing-masing berusia 7 hingga 12 tahun. Sedangkan jumlah kasus DBD yang terbanyak terjadi didua kecamatan yaitu dikecamatan Pangkalan Kerinci
sebanyak 38 kasus dan dikecamatan Pangkalan Kuras sebanyak 12 kasus.

"Dan Alhamdulillah, saat ini seluruh kasus ini telah mendapat penangan dari tim medis RSUD Selasaih Pangkalan Kerinci. Sedangkan lokasi-lokasi yang terkena DBD dienam kecamatan ini telah kita lakukan fogging guna memutus mata rantai penyebaran virus DBD yang dibawa nyamuk aedes aegypti," bebernya.

Disinggung upaya Diskes untuk menekan dan meminimalisir jumlah kasus DBD tersebut, Endid mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya telah melakukan pemantauan perkembangan penularan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aigypti ini, melalui kader jumantik dilokasi rawan DBD.

" Untuk menekan dan meminimalisir penyebaran DBD ini, maka kita telah kembali mengaktifkan kader Jumantik untuk memantau jentik nyamuk penyebab DBD disetiap rumah masyarakat yang ada dikabupaten Pelalawan ini. Sehingga, kita akan lebih mudah untuk memberikan bubuk pembasmi nyamuk penyebar penyakit DBD ini yakni bubuk Abete yang diberikan secara gratis," ujarnya.

Selain itu, sambung Endid menambahkan, bahwa saat ini Diskes Pelalawan juga telah menyiagakan puskesmas baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan agar memberikan pelayanan terhadap warga yang terkena DBD. Dengan demikian, maka upaya pengobatan terhadap pasien DBD dapat dilakukan lebih optimal.

"Namun demikian, kati tentunya terus menghimbau agar masyarakat dapat benar-benar menyadari akan pentingnya kesehatan dengan melakukan pemberantasan nyamuk DBD melalui 3 M (Menguras, Menutup dan Menimbun) tempat yang menjadi sarang pengembangbiakan nyamuk DBD plus abatesasi. Pasalnya, percuma saja jika hanya aparat saja yang gencar melakukan pemberantasan DBD ini, tapi peran serta dari masyarakat ternyata tidak ada. Jadi, mari bersama-sama kita berantas DBD ini dengan menerapkan pola hidup sehat dan terus melakukan pelaksanaan gotong-royong untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Dengan demikian, maka kasus DBD ini tidak akan kembali terjadi dan mengalami peningkatan," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini