Diskes Bantah Tidak Perhatian dengan Arel Bocah Penderita Gizi Buruk

Redaksi Redaksi
Diskes Bantah Tidak Perhatian dengan Arel Bocah Penderita Gizi Buruk
Kadiskes Pelalawan dr Endid Pratikno dan bocah arel penderita Gizi Buruk.
PELALAWAN, riaueditor.com- Terkait pemberitaan di sejumlah media online soal tidak adanya penanganan serius dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan terhadap M.Farel Rivaldo (5) bocah laki-laki pasangan Bustami (44) dan Nur Aina (37) Karyawan PT Inti Indosawit Subur (IIS) beralamat di Eko II Pangkalan Kerinci yang menderita gizi buruk, Diskes membantah keras terhadap pemberitaan tersebut.

Menurut Kadiskes Pelalawan dr Endid Pratikno didampingi Sekretarisnya Asril, M.Kes yang diklarifikasi diruang kerjanya Kamis (27/2) mengatakan pihak tidak perhatian dalam penanganan kasus yang menimpa Arel. Pihaknya dari tahun 2013 hingga sekarang sudah sering melakukan pemantauan perkembangan kondisi Arel disertai pihak perusahaan PT IIS.

"Seminggu yang lalu Arel dirujuk ke RS Amelia dengan perusahaan. Kita tidak menangani langsung karena PT IIS yang bertanggung jawab. Orang tua karyawan PT IIS pengguna kartu Jamsostek. Perusahaan juga memiliki klinik dan posyandu," ucapnya.

Dilanjutkan Endid, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan fisik dan kesehatan Arel begitu juga telah memberikan bantuan berupa asupan gizi termasuk bantuan dari Provinsi.

"Saya jadi Kadiskes 2014 ini, sedangkan kasus Arel 2013 namun kita juga punya data dan tabel rujukan. 2013 lalu berat badan Arel sudah mencapai 10 Kg lebih melalui pantauan Diskes berarti Arel sudah tidak tergolong gizi buruk. Jika sekarang berat badannya turun menjadi 5,8 Kg tentunya banyak hal yang harus diperhatikan. Apakah asupan gizi dan perhatian orang tua terhadap Arel kurang ataupun adanya penyakit penyerta yang dialami Arel. Informasi yang kita dapat dari hasil pemeriksaan RS Ibnu Sina, Arel menderita Suspect Hidrosipalus berupa penyumbatan cairan otak sejak lahir namun tidak total. Kalau total bisa menumpuk cairan otak dikepala," tukasnya.

Saat ini pihak Diskes Pelalawan mendeadline pihak PT IIS untuk menangani kasus Arel secara serius dalam pemantauan pihak Diskes Pelalawan. Jika perusahaan sudah lepas tangan dan tidak mengindahkan amaran Diskes maka penanganan Arel akan kita ambil alih.

"Tidak mungkin kita lepas tangan sedangkan Bapak Bupati sangat fokus dengan kasus gizi buruk ini dan selama ini penanganan kasus gizi buruk di Pelalawan 100 persen dilakukan," tutupnya.

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini