Seperti dilansir dari Huffpost, menurut penelitian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine, partikel aerosol dapat menyebarkan virus penyebab Covid-19. Jadi, ada kemungkinan penularan penyakit melalui udara dalam beberapa situasi tertentu. Lalu apakah partikel aerosol sama dengan tetesan pernapasan?
S. Wesley Long, direktur medis mikrobiologi diagnostik di Houston Methodist Hospital, menjelaskan bahwa partikel aerosol berbeda dengan tetesan pernapasan atau cairan yang mungkin dikeluarkan saat seseorang bersin atau batuk.
Partikel aerosol mampu bertahan lama di udara dan melakukan perjalanan jarak jauh serta dapat dengan mudah dihirup ke paru-paru. Menurut Long, tetesan pernapasan umumnya 20 kali lebih besar dan hanya mampu berjalan sekitar dua meter sebelum akhirnya jatuh ke tanah.
Namun, Anda tak perlu takut karena partikel aerosol, seperti kabut, hanya bisa ditemukan dalam kondisi tertentu. Selain itu, risiko infeksi dari partikel aerosol sangatlah rendah untuk kebanyakan orang.
Namun bagi pekerja medis, partikel-partikel tersebut bisa mendatangkan risiko yang cukup tinggi. Menurut profesor dan ketua departemen ilmu pengetahuan dan teknologi di Bryant University, Kirsten Hokeness, prosedur lain yang dapat menghasilkan aerosol adalah terapi oksigen, prosedur pelingkupan dan CPR.
Saat berada di udara, partikel tersebut bisa berpindah lewat aliran udara dari ventilasi atau kipas yang akan membantunya untuk bergerak ke ruangan lain. Selain itu, aktivitas manusia seperti berjalan dan membuka pintu juga dapat membantu partikel berpindah.
"Seseorang akan terinfeksi kalau mereka berada dalam jarak dekat, tiga hingga empat kaki, itulah mengapa kita menyarankan enam kaki (2 meter) sebagai ukuran jarak (phsyical distancing-red)," terang Hokeness.
Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui akun Instagramnya @who membagikan informasi menanggapi sebuah pesan yang sempat beredar di media sosial yang menyatakan Corona COVID-19 dapat menular melalui udara dan mampu bertahan selama 8 jam.
Menurut WHO informasi itu tidak benar. Mereka memberi penjelasan bahwa jalur penyebaran utama dari Virus Corona adalah melalui droplets (tetesan) yang disebarkan ketika seseorang batuk, bersin, maupun bicara.
"Droplets ini terlalu berat untuk bertahan di udara. Mereka dengan cepat jatuh ke lantai maupun permukaan," tegas WHO. Dalam penjelasannya, seseorang bisa terinfeksi ketika ia menghirup udara saat berada sejauh 1 meter dengan orang yang positif COVID-19, atau menyentuh permukaan benda lalu kemudian menyentuh bagian wajah seperti mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Alasan Tetap Tinggal di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3079765/original/072486300_1584520370-20200318-Social-Distancing-3.jpg)
Para pendeta melakukan social distancing atau menjaga jarak saat kebaktian di Gereja Yoido Full Gospel, Seoul, Korea Selatan, Minggu (15/3/2020). Social distancing adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. (AP Photo/Ahn Young-joon)Maka dari itu, WHO memberi peringatan untuk tetap melakukan physical distancing, atau menjaga jarak sekurang-kurangnya satu meter dengan orang lain atau dengan permukaan yang paling sering disentuh banyak orang. Tak ketinggalan, WHO juga mengingatkan untuk sering mencuci tangan dan hindari menyentuh bagian wajah.
Yang perlu Anda tahu adalah virus bisa saja tersebar di mana saja. Ada banyak tempat yang berisiko menularkan infeksi. Itulah kenapa saat ini pemerintah meminta semua orang untuk tetap tinggal di rumah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.
Penelitian telah menunjukkan bahwa `transmisi siluman` di antara orang-orang terinfeksi yang tidak punya gejala yang jelas adalah sumber penyebaran yang umum.
Karena itu, sangat penting untuk melakukan social distancing atau #jagajarakdulu dan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun setidaknya 20 detik atau gunakan hand sanitizer.
Selain itu, rajin membersihkan permukaan yang sering tersentuh, seperti gagang pintu, remote control atau keran air dengan disinfektan agar terhindar dari paparan corona Covid-19.
(liputan6.com)
Tag: