5 Daerah di Riau Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting

Redaksi Redaksi
5 Daerah di Riau Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting
Wagub Riau Edy Natar.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Wakil Gubernur (Wagub) Riau, Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution memberikan apresiasi kepada jajaran kabupaten/kota di Riau yang telah aberhasil menekan angka prevalensi stunting.

Disampaikan Wagub Edy Natar, angka prevalensi stunting Riau berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 turun sebesar 5,3 persen.

Hal itu disampaikan Edy Natar saat menghadiri forum percepatan penurunan angka prevalensi stunting dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tingkat Provinsi Riau, Kamis (9/2/2023) di Pekanbaru.

Pada tahun 2021 prevalensi stunting sebesar 22,3 persen menurun menjadi 17,0 persen pada tahun 2022.

"Saya selaku ketua TPPS Provinsi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga level desa/kelurahan yang telah berupaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau," ujar Wagub.

Terutama kepada beberapa kabupaten/kota yang prevalensi stuntingnya telah menurun, yaitu di Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Dumai dan Indragiri Hulu.

Mantan Danrem 031/WB ini menerangkan, Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2021 memiliki angka prevalensi stunting sebesar 29,7 persen kemudian turun menjadi 14,7 persen pada tahun 2022.

Kabupaten Bengkalis dari 21,9 persen tahun 2021 menjadi 8,4 persen tahun 2022, Kabupaten Kampar dari 25,7 persen tahun 2021 menjadi 14,5 persen tahun 2022.

Kemudian Kota Dumai dari 23,0 persen tahun 2021 menjadi 14,5 persen tahun 2022, dan Kabupaten Indragiri Hulu dari 23,6 persen tahun 2021 menjadi 16,7 persen pada tahun 2022.

Edy Natar mengimbau untuk memberikan perhatian khusus kepada kabupaten yang angka stuntingnya masih di atas rata-rata, seperti di Kabupaten Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hilir, dan Kuantan Singingi.

Dijelaskan dia, Kabupaten Rokan Hulu memiliki angka prevalensi stunting sebesar 22,0 persen pada 2022, lalu Kabupaten Siak 22,0 persen pada tahun 2022, Kabupaten Indragiri Hilir sebesar 28,5 dan kuantan Singingi 17,8 persen pada tahun 2022.

"Kita harus bekerja keras untuk memastikan angka prevalensi stuntingnya bisa diturunkan. Dalam dua tahun ini kita harus mampu menurunkan 3 persen, atau per tahunnya harus dipastikan turun minimal 1,5 persen untuk mengejar target yang sudah ditentukan oleh tingkat nasional," pungkasnya.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini