Ilustrasi benturan antara galaksa Bimasaksi (kanan) dan Andromeda (kiri) yang diprediksi bakal terjadi mengingat jaraknya yang relatif dekat dan peristiwa benturan galaksi sebelumnya. Supplied: NASASkenario lain akibat benturan ini, namun kecil kemungkinannya, yaitu Bumi akan hancur atau Matahari keluar dari lintasannya.
"Meski tidak mustahil, namun secara umum jarak bintang-bintang di suatu galaksi sangat jauh sehingga tabrakan langsung antar bintang jarang terjadi," jelas Mackey.
Namun, katanya, ada kemungkinan Matahari bisa terlempar keluar dari sistem Andromeda dan Bimasakti ke ruang intergalaksi.
Selain itu, setelah benturan dua galaksi ini, Bumi akan dekat dengan lintas bintang lain sehingga mengganggu orbit Bumi dan menjadikannya tidak dapat lagi mendukung kehidupan.
"Jadi tidak salah untuk mengatakan ada risiko dari benturan dua galaksi ini," tambah Mackey.
Keliru memahami gravitasi?
Temuan ini pada akhirnya juga dapat membantu menjelaskan distribusi materi gelap, atau dark matter.
Sejumlah rekan astronom Profesor Lewis meyakini keberadaan dua orbit Andromeda, baik vertikal dan horisontal, yang tak sesuai dengan pemahaman umum mengenai gravitasi saat ini.
Dia sendiri masih belum sepenuhnya yakin dengan hal itu.
"Sejumlah astronom meyakini bahwa kita sangat keliru memahami gravitasi," katanya.
"Klaim besar membutuhkan bukti besar dan jika kita mengatakan telah keliru soal gravitasi, maka perlu bukti yang luar biasa," ujarnya.
Diterbitkan ulang dari artikel ABC News.
LIHAT ARTIKEL ASLI >>
abc.net.au/news/indonesian