Perang Nuklir Rusia-NATO Kian Dekat, Warren Buffet: Dampaknya Sangat Dahsyat

Redaksi Redaksi
Perang Nuklir Rusia-NATO Kian Dekat, Warren Buffet: Dampaknya Sangat Dahsyat
Foto: warren buffet. Ist

JAKARTA - Eskalasi perang Rusia di Ukraina telah membawa ancaman nuklir kian nyata. Bahkan, aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai siaga dengan kekuatan nuklirnya sendiri.

Jika perang nuklir antara Rusia dan NATO atau siapapun terjadi, maka dampaknya akan sangat dahsyat hingga 'mengerdilkan' semua masalah di dunia.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru-baru ini memperingatkan tentang bahaya di balik ancaman nuklir Rusia.

Dalam pernyataannya, Biden menyebut bahwa AS telah mendapatkan ancaman nuklir kembali setelah krisis di Teluk Babi, Kuba. Ia juga tak dapat menyangka Putin dapat melontarkan ancaman ini.

"Pertama kali sejak krisis rudal Kuba, kami memiliki ancaman langsung penggunaan (dari) senjata nuklir jika pada kenyataannya segala sesuatunya terus berlanjut di jalur yang mereka (Rusia) tuju," paparnya dalam wawancara bersama CNN International.

"Saya tidak berpikir ada yang namanya kemampuan untuk dengan mudah [menggunakan] senjata nuklir taktis dan tidak berakhir dengan Armageddon."

Terkait bahaya tersebut, investor kawakan Warren Buffett pernah menyebutnya sebagai masalah utama umat manusia. Pria berusia 92 tahun menyebut ancaman perang dengan nuklir bukanlah hal yang sepele.

"Ini adalah masalah utama umat manusia... Dan itu akan terjadi suatu hari nanti," kata Buffett pada pertemuan pemegang saham tahunan perusahaannya Berkshire Hathaway pada 2006, dikutip dari MoneyWise.

Dalam pertemuan tersebut, Buffet menjelaskan bagaimana senjata berevolusi melalui peradaban manusia.

"Kami selalu memiliki orang-orang yang menginginkan kejahatan pada orang lain. Ribuan tahun yang lalu, jika Anda psikotik atau fanatik agama atau tidak puas, dan Anda mengharapkan kejahatan pada tetangga Anda, Anda mengambil batu dan melemparkannya ke arah mereka, dan itu tentang kerusakan yang dapat Anda lakukan," katanya.

"Kami melanjutkan ke busur dan anak panah dan meriam. Tetapi sejak 1945, potensi untuk menimbulkan kerugian besar pada jumlah orang yang luar biasa telah meningkat dengan kecepatan geometris."

Buffett mengungkapkan kekhawatiran serupa pada 2017. "Saya sudah prihatin sejak 1945 ketika bom atom pertama digunakan," katanya dalam wawancara bersama CNBC International, dikutip Senin (17/10/2022).

"Kami telah mengembangkan selama 72 tahun ini, sejak Agustus 1945, kemampuan di seluruh dunia untuk hampir menghancurkan peradaban. Ini satu-satunya awan nyata di cakrawala," tambahnya.

Terkait dengan ketidakpastian, Buffett tidak sepenuhnya percaya menyimpan tabungan dalam bentuk uang tunai. Ia selalu percaya memiliki aset produktif dan sarannya untuk masa krisis tidak berbeda.

"Anda mungkin ingin memiliki pertanian, Anda mungkin ingin memiliki rumah apartemen, Anda mungkin ingin memiliki sekuritas," katanya.

Bangunan apartemen disebutnya bisa menjadi lindung nilai lain terhadap inflasi dan ketidakpastian.

Meski real estat memiliki siklusnya sendiri, tetapi tidak peduli seberapa besar pertumbuhan ekonomi melambat, orang membutuhkan tempat tinggal. Dengan harga real estat yang naik ke tingkat yang tidak terjangkau di banyak bagian negara, menyewa telah menjadi satu-satunya pilihan bagi banyak orang. Segmen ini juga semakin mudah diakses oleh investor ritel.

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini