Horor di Gaza Belum Ada Tanda Berakhir, Warga Tewas Tembus 38 Ribu Jiwa

Redaksi Redaksi
Horor di Gaza Belum Ada Tanda Berakhir, Warga Tewas Tembus 38 Ribu Jiwa
Ilustrasi.(Foto: Royanews)

JAKARTA - Horor di Jalur Gaza akibat serangan Israel belum ada tanda-tanda berakhir. Saat ini jumlah warga yang tewas sudah mencapai 38 ribu. Demikian disampaikan otoritas kesehatan yang dikelola Hamas pada Kamis kemarin.

Seperti dikutip dari Antara, Selama 24 jam terakhir, tentara Israel menewaskan 58 orang dan melukai 179 lainnya, sehingga jumlah korban tewas menjadi 38.011 orang dan korban luka-luka menjadi 87.445 sejak konflik Palestina-Israel pecah pada awal Oktober 2023, kata otoritas itu dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan, sementara ambulans serta kru pertahanan sipil tidak dapat menjangkau mereka.

Otoritas kesehatan itu menambahkan bahwa operasi telah berhenti di beberapa departemen di Kompleks Medis Nasser karena kurangnya bahan bakar untuk generator, dan meminta intervensi secepatnya dari lembaga-lembaga internasional untuk menyediakan bahan bakar yang dibutuhkan

Dalam pernyataan pers terpisah pada Kamis, otoritas kesehatan memperingatkan bahwa generator listrik di satu-satunya rumah sakit utama yang tersisa yang menyediakan layanan bagi pasien di Khan Younis dan Rafah akan berhenti beroperasi dalam beberapa jam mendatang karena kurangnya bahan bakar.

Sebelumnya, Pasukan Israel melancarkan serangan udara dan darat di bagian selatan Jalur Gaza pada Selasa (2/7), menewaskan setidaknya delapan warga sipil.

Serangan tersebut meliputi pengeboman terhadap Kota Khan Younis, sehari setelah Israel mengeluarkan perintah evakuasi terbaru bagi warga sipil Palestina di wilayah tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara yang dilakukan pada malam sebelumnya di Khan Younis merupakan respons atas peluncuran 20 roket oleh kelompok militan Hamas ke permukiman Israel.

Selain itu, serangan udara tambahan menargetkan Kota Rafah di bagian selatan, sementara pasukan darat Israel melancarkan operasi melawan Hamas di bagian tengah Gaza.

Israel mengklaim telah berulang kali memberitahu warga Palestina untuk meninggalkan daerah-daerah tertentu di Gaza, biasanya menjelang ofensif, dalam langkah yang menurut Israel dimaksudkan untuk melindungi warga sipil dari perang.

Perintah evakuasi semacam itu – dan pertempuran – telah membuat orang-orang harus mengungsi berkali-kali untuk mencari perlindungan.

Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hamas di Jalur Gaza untuk membalas serangan Hamas di perbatasan Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang sementara sekitar 250 orang lainnya disandera.

Sumber


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini