Pemprov akan Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69

Redaksi Redaksi
Pemprov akan Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Suasana pagi di seputaran Stadion Utama Rumbai beberapa waktu lalu.(Foto: WAG PWI Riau)

PEKANBARU – Sebagai bagian dari komitmen menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan dan memperkuat ketahanan iklim, Pemprov Riau mencanangkan gerakan masif berupa penanaman 1.000 batang pohon pelindung di seluruh area kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Pekanbaru.

Rencana strategis ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di sela peninjauan kompleks olahraga tersebut. Ia menegaskan bahwa penghijauan berskala besar ini sangat krusial dilakukan untuk menyulap kawasan stadion menjadi paru-paru baru kota yang mampu menekan angka polusi udara di Pekanbaru.

"Iya, dalam waktu dekat akan kita lakukan proyek penghijauan secara besar-besaran di sini. Kami menargetkan akan menanam sedikitnya seribu batang pohon baru untuk diletakkan di sepanjang area terbuka hijau kawasan Stadion Utama ini," ujar SF Hariyanto kepada media, Sabtu (6/6/2026).

Penanaman 1.000 pohon ini sengaja dirancang untuk menjadi bagian dari agenda monumental. Gerakan investasi hijau ini akan dimasukkan ke dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau yang puncak peringatannya jatuh bertepatan pada tanggal 9 Agustus 2026.

Sebelum penanaman dimulai, SF Hariyanto telah menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk melakukan pembersihan total sisa-sisa material sampah di sekitar kompleks olahraga.

"Jadi sebelum tanggal 9 Agustus, seluruh area ini sudah harus bersih agar tim teknis bisa memetakan dengan akurat titik-titik mana saja yang ideal untuk ditanami pohon, sehingga aset daerah ini bisa terawat dengan baik," ungkapnya.

Guna menyukseskan gerakan peduli lingkungan ini, Pemprov Riau dipastikan tidak akan bekerja sendirian di lapangan. Pihak pemerintah daerah siap meluncurkan skema kolaborasi lintas sektor dengan merangkul berbagai instansi vertikal, jajaran TNI/Polri, perusahaan swasta melalui dana tanggung jawab sosial (CSR), hingga kelompok-kelompok masyarakat peduli lingkungan.

Sistem kerja gotong royong ini nantinya akan dibagi per zonasi lahan pertanggungjawaban agar pemeliharaan bibit pasca-tanam bisa berjalan lebih terkontrol dan terukur.

Langkah ini dianggap penting sebagai bentuk komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian bumi, selaras dengan prinsip ekologis bahwa cinta yang diberikan manusia kepada alam akan dibalas serupa oleh alam.

Rencana penanaman 1.000 pohon ini merupakan program lanjutan dari aksi pra-kegiatan bersempena Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, di mana Pemprov Riau telah menanam 50 bibit pohon di awal.

Puluhan pohon komoditas kayu keras seperti jenis Ulin, Mahoni, Pulai, Trembesi, dan Meranti tersebut dipilih karena memiliki nilai ekologis tinggi serta adaptif terhadap karakteristik tanah setempat.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini