Gedung Roboh akibat Gempa Taiwan Berpondasi Kaleng

Redaksi Redaksi
Gedung Roboh akibat Gempa Taiwan Berpondasi Kaleng
Foto: Reuters
Kaleng-kaleng yang ditemukan tertanam di bagian puing gedung bertingkat yang rubuh akibat gempa Taiwan.
TAINAN – Pemerintah Taiwan dituntut untuk melakukan penyelidikan terhadap gedung bertingkat 17 yang rubuh dalam gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) setelah sebuah foto memperlihatkan kaleng-kaleng berwarna biru tertanam di fondasi temboknya.

Kantor berita Taiwan, CNA melaporkan, tim penyelamat menemukan kaleng-kaleng tersebut saat melakukan operasi penyelamatan. Diduga kaleng-kaleng tersebut digunakan sebagai pengisi konstruksi di balok-balok penyangga.

Menteri Dalam Negeri Taiwan dan beberapa pejabat lainnya mengatakan mereka akan segera mengadakan penyelidikan atas robohnya bangunan itu setelah operasi penyelamatan selesai dilakukan. Namun, seorang insinyur yang dihubungi CNA mengatakan bahwa penggunaan kaleng itu bukanlah sesuatu yang ilegal sebelum 1999.

"Penggunaan kaleng untuk tujuan itu di dalam konstruksi tidak ilegal sebelum September 1999, tapi sejak saat itu, styrofoam dan bekisting yang digunakan menggantikannya," terang insinyur yang tidak disebutkan namanya itu sebagaimana dilansir CNN, Senin (8/2/2016).

Sebagaimana diketahui, pada September 1999, Taiwan juga diguncang oleh gempa dahsyat berkekuatan 7,3 SR yang menelan korban lebih dari 2.000 orang tewas dan menghancurkan lebih dari 51.000 gedung.

Gedung tersebut adalah salah satu dari 11 gedung yang rubuh setelah gempa terjadi, namun, gedung itu adalah satu-satunya gedung bertingkat tinggi yang benar-benar hancur.

"Bangunan pada dasarnya itu menimpa dirinya sendiri. Saat Anda melihat citra dari udara di sekitar Tainan, bangunan-bangunan lain masih berdiri. Tapi, kompleks apartemen ini rusak sebagaimana seperti ini," kata koresponden media NPR Elise Hu.

Sampai saat ini, jumlah korban tewas yang berhasil ditemukan tim penyelamat telah berjumlah 39 orang sebagian besar ditemukan di sekitar bangunan tersebut. Pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan sekira 118 orang lainnya yang masih belum diketahui keberadaannya.


(wab/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini