Dubes AS untuk PBB: Serangan Kimia di Suriah Dilakukan oleh Monster

Redaksi Redaksi
Dubes AS untuk PBB: Serangan Kimia di Suriah Dilakukan oleh Monster
(Foto: Brendan McDermid/Reuters)
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley

NEW YORK - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Nikki Haley, mengecam keras serangan kimia terhadap warga sipil di Douma, Suriah. Mantan Gubernur South Carolina itu mengingatkan, Negeri Paman Sam akan bertindak meski Dewan Keamanan PBB tidak mengambil langkah tegas.

“Kita sudah mencapai momen di mana dunia harus melihat keadilan ditegakkan,” ujar Nikki Haley dalam rapat Dewan Keamanan PBB di New York, melansir dari Reuters, Selasa (10/4/2018).

“Sejarah akan mencatat pada momen ketika Dewan Keamanan yang melalaikan tugasnya atau menunjukkan kegagalan dalam melindungi rakyat Suriah. Apa pun itu, Amerika Serikat akan merespons (serangan kimia),” imbuh perempuan berusia 46 tahun itu.

Sebagaimana diberitakan, sedikitnya 40 orang tewas di Douma dalam serangan kimia yang diduga dilancarkan oleh pasukan pemerintah Suriah. Pada pertemuan yang berlangsung Senin 9 April, Nikki Haley terang-terangan menuduh Presiden Suriah Bashar al Assad sengaja menargetkan warga sipil serta menyalahkan Rusia dan Iran atas dukungannya.

“Siapa yang melakukan ini? Hanya monster yang melakukan ini. Hanya monster yang menargetkan warga sipil dan kemudian memastikan tidak ada ambulans untuk mengangkut korban, tidak ada rumah sakit untuk merawat korban, dan tidak ada dokter atau obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit,” tutur Nikki Haley, mengutip dari Time.

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut bukan untuk menunjukkan adanya perseteruan antara AS dengan Rusia atau adanya perselisihan antara kedua negara, tetapi mengenai tindakan tidak berperikemanusiaan dengan menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.

Presiden AS, Donald John Trump, mengungkapkan ancaman senada. Pria berusia 72 tahun itu mengingatkan akan ada harga mahal yang dibayar oleh Presiden Bashar al Assad, Rusia, dan Iran, atas serangan kimia tersebut. Ia mengatakan akan mengambil keputusan dalam waktu 24-48 jam mengenai cara AS merespons serangan tersebut terhitung sejak Senin 9 April.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini