Penyelundupan 3,7 Kilogram Sabu dan 28 Ribu Ekstasi via Bandara SSK II Terungkap

Redaksi Redaksi
Penyelundupan 3,7 Kilogram Sabu dan 28 Ribu Ekstasi via Bandara SSK II Terungkap
Dua tersangka pasangan kekasih yang menyelundupkan sabu melalui Bandara SSK II Pekanbaru.(Foto: Ist)

PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau berhasil mengungkap siapa pelaku yang menyelundupkan 297 gram sabu yang dikemas dalam empat bungkus makanan ringan yang diamankan petugas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Senin 5 Mei 2025 lalu. Paket barang haram tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi J&T Express.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Brigjen Pol Robinson DP Siregar saat ekspos perkara dan pemusnahan barang bukti, Kamis (22/5/2025) mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan dua tersangka yang merupakan pasangan kekasih.

"Dua pelaku utamanya adalah RF, seorang perempuan dan pacarnya FD," jelas Robinson.

Pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas keamanan kargo (Avsec) Bandara SSK II terhadap empat paket makanan ringan mencurigakan milik J&T Express, Senin (5/5/2025) lalu.

Setelah dilakukan pemeriksaan X-ray dan pengecekan manual, ditemukan dua kardus berisi sabu yang dibungkus dalam kemasan teh merek Nadhira Napoleon.

Selanjutnya, petugas keamanan bandara langsung berkoordinasi dengan pihak BNNP Riau untuk menguji dan mengamankan barang bukti dan melakukan penyelidikan terhadap siapa yang mengirim paket yang dipastikan narkotika jenis sabu tersebut.

Penelurusan yang dilakukan, BNNP Riau berhasil mengetahui bahwa RF yang menginginkan paket tersebut melalui ekspedisi J&T Express.

Setelah itu, tim mengamankan RF saat berada di sebuah rumah di Jalan Ikhlas, Gang Tulus, Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim, Pekanbaru. Di lokasi itu, petugas BNNP Riau turut menemukan ribuan butir ekstasi warna merah muda.

Di hari yang sama, tim penindakan BNNP Riau juga berhasil mengamankan FD yang diakui RF merupakan pacarnya, sekaligus orang yang memerintahkannya mengirim paket sabu melalui ekspedisi.

Saat diamankan di kamar kosnya, di Jalan Cimpedak, Kecamatan Bukit Raya, petugas kembali menemukan narkoba yang telah dikemas dalam paket siap kirim.

"FD mengaku hanya sebagai perantara sesuai perintah dari seorang narapidana berinisial CP yang tengah mendekam di Lapas Kelas IIA Pekanbaru," kata Robinson.

Pada Senin (17/3/2025, tim BNNP Riau langsung menjemput CP untuk diproses lebih lanjut. Atas perbuatannya, RF dan FD dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), serta Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Keduanya kini terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini