Masyarakat Mulai Resah, Desak Dana BUMDes Domo Kecamatan Kampar Kiri Diaudit!

Redaksi Redaksi
Masyarakat Mulai Resah, Desak Dana BUMDes Domo Kecamatan Kampar Kiri Diaudit!
Foto: Ilustrasi

KAMPAR, riaueditor.com - Karut-marut pengelolaan uang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sejak pertama dicairkan tahun 2019 sampai tahun 2021 diungkap salah seorang warga di Desa Domo, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (2/2/22).

Selama itu pula ratusan juta dana BUMDes Desa Domo kecamatan Kampar Kiri kabupaten Kampar tidak pernah dicairkan Kepala Desa hingga berujung pengunduran diri pengurus BUMDes Desa Domo.

"Sejak tahun 2019 hingga sekarang tak satu pun program BUMDes yang jalan, sehingga tak membawa faedah bagi masyarakat. Sementara setiap tahun dana dikucurkan ke BUMDes desa kami, tapi pertanggungjawaban dana tersebut tidak jelas," ujar salah seorang warga, akhir pekan lalu.

Menurut dia, selama ini tidak ada usaha yang dikelola Bumdes Desa Domo. Selain itu, lanjutnya, pengelolaan dana BUMDes Domo juga tidak transparan.

"Tak ada yang namanya rapat penyampaian atau laporan apakah BUMDes untung atau rugi, berapa anggaran yang dikelola, semua tidak jelas," katanya.

"Padahal setiap tahun pemerintah mengucurkan sedikitnya 120 juta rupiah untuk BUMDes, tentu harus jelas peruntukkannya," tukasnya.

Ditambahkan dia lagi, tak hanya dana BUMDes, Kades Firmansyah juga tidak transparan dalam penggunaan Dana Desa yang dibelanjakan ke pengadaan mobil ambulance.

"Awalnya jenis mobil ambulance adalah Toyota Innova, beralih ke mobil Wuling yang selisih harganya cukup jauh," katanya.

Minta Diaudit

Aturan BUMDes belum lama ini diterbitkan pemerintah mengenai BUMDes 2021.Regulasi tersebut adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 (PP 11 Tahun 2021) tentang Badan Usaha Milik Desa yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Februari 2021 lalu.

Patut diakui sebelumnya dana BUMDes sering menjadi ajang untuk diselewengkan oknum memperkaya diri.

Kepala Desa Domo, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Firmansyah, mengaku Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) desanya masih utuh di rekening BUMDes karena pengurus lama mengundurkan diri.

“Uang itu masih utuh kok, saat ini kita sedang mempersiapkan memilih ketua baru, karena ketua lama Yusran mengundurkan diri,” kata Kades Domo, Firmansyah via selulernya, Rabu (2/2/22) kemarin.

Sebaliknya informasi yang diterima media ini dari salah seorang oknum di desa tersebut uang BUMDes telah berpindah-pindah dari rekening pribadi ke rekening lain.

Ia berharap aparat penegak hukum melakukan audit agar indikasi penyimpangan pengelolaan uang ratusan juta dana BUMDes Domo terang di mata hukum. Apalagi masyarakat desa sudah mulai resah akibat tidak adanya pertanggungjawaban dana BUMDes tersebut.

“Wajar kita curiga kalau uang tersebut dimanfaatkan oknum untuk keperluan lain. Jadi kita minta Dit Reskrimsus Polda Riau maupun Kejari Kampar mempertanyakan uang tersebut,” kata dia yang minta namanya dirahasiakan ini, Kamis (3/2/22).

Selain itu Desa Domo melalui program BUMDes juga dikabarkan telah menerima uang Penambahan Bantuan keuangan (Benkeu) dari Pemprov Riau (APBD) yang diserahkan beberapa waktu lalu oleh Gubernur Riau di Labersa.***


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini