Warung Pak Haji Jadi Markas Judi

Redaksi Redaksi
Warung Pak Haji Jadi Markas Judi
internet
aktifitas perjudian
TASIKPUTRIPUYU, riaueditor.com - Pak Haji Ali (65) warga Dusun Sungai Hiu, Desa Tanjung Padang Kecamatan Tasik Putri Puyu terpaksa digelandang ke Mapolres Kepulauan Meranti setelah tertangkap menyediakan tempat perjudian. Dia digrebek bersama 5 orang tersangka lainnya yang sedang asik berjudi song di warung milik Pak Haji yang membuka warung di Dusun Sungai Hiu Kecamatan Tasikputripuyu, Minggu (11/5).

Sementara satu tersangka lagi yakni putra dari Pak Haji, Indra (41) tersebut kedapatan memiliki narkoba jenis ganja. 4 tersangka lainnya yang melakukan aktivitas perjudian song yakni Asman (34), Amri (40), Arizal (45) dan Irman (46). Mereka tertangkap tangan tengah berjudi.

Penggrebekan yang dilakukan Satgas Narkoba yang dibentuk beberapa waktu lalu itu dilakukan sekitar pukul 20.00 wib malam. Pengungkapan tersebut setelah banyaknya menjelaskan bahwa warung Pak Haji tersebut sudah menjadi keresahan masyarakat sekitar.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi melalui Kasat Narkoba, AKP Joni Wardi menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan berawal dari keresahan masyarakat akan adanya aktivitas perjudian disana. Mendapatkan laporan tersebut dibantu dari tim Polsek Merbau akhirnya dilakukan penangkapan.

"Barang bukti sudah berhasil kita amankan dan tersangka sudah kita gelandang ke Mapolres Kepulauan Meranti," sebutnya AKP Joni Wardi.

Sejumlah Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya uang tunai yang diduga dari perjudian song kartu sebesar Rp 975 ribu, kartu remi. Selain itu juga diamankan dari warung tersebut kartu domino, bola biliyard, stik biliyar.

Sedangkan dari tersangka Indra (41) polisi berhasil mengamankan dua paket ganja kering ukuran kecil seharga Rp 50 ribu, bong sabu, mancis. "Memang tidak kita temukan sabu, tapi diduga tersangka menggunakan sabu," ujar Joniwardi.

Sementara itu Pak Haji yang menyediakan tempat perjudian tersebut mengaku bahwa dirinya tidak tahu bahwa pelanggannya ternyata berjudi.  Dirinya hanya menyiapkan pesanan minuman pelanggan.

" Saya duduk di depan, makanya saya tidak tahu apakah mereka berjudi atau tidak. Sebab saya hanya menyiapkan pesanan pelanggan yang datang seperti indomi rebus, kopi dan teh saja," katanya.

Soal adanya meja biliyar dan kartu domino yang juga berhasil ditamankan diakui pak haji yang memiliki 7 orang anak dan 7 orang cucu itu bahwa hal itu untuk penarik pelanggan datang ke warungnya.

"Yang saya tahu mereka hanya main kartu domino dan biliyar taruhan bayar kopi dan indomie saja. Meja biliyar itu kami beli agar pelanggan banyak yang datang dan memesan makan dan minum," akunya.(azw).


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini