Polisi Masih Selidiki Kasus Pelemparan Bom Molotov Kios Ponsel 777

Redaksi Redaksi
Polisi Masih Selidiki Kasus Pelemparan Bom Molotov Kios Ponsel 777
riaueditor
Kios Ponsel 777 yang di molotov otk

PEKANBARU, riaueditor.com - Kapolsek Sukajadi AKP Zulfa SIK menyatakan, polisi masih belum mengetahui motif di balik kasus pelemparan servis HP 777 Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, dengan molotov, Selasa (27/3/3018) malam.


"Motifnya belum diketahui, sedang dalam penyelidikan kami," kata Zulfa ketika dihubungi Rabu (28/3/2018).


Zulfa menyatakan, saksi yang diperiksa baru korban dan seorang pria berinisial VA.


"Kami akan terus mengembangkan kasus ini dan mengusut apa motif di balik kasus ini," tegas dia.


Kasus pelemparan bom molotov ke toko service HP 777 milik Hamano alias Nando (27) itu terjadi pada Selasa (27/3/2018) malam itu, dilakukan serang orang tak dikenal yang datang menggunakan sepeda motor Honda Supra warna hitam dan memakai helm warna hijau.


Tempat service handphone itu terletak di di Jalan Durian No 24 RT 02 RW 03 Kelurahan Pulau Karam, Kecamatan Sukajadi Pekanbaru, Riau.


Dalam peristiwa itu, korban Nando sempat mengalami luka bakar pada bagian punggung dan mendapat perawatan medis di rumah sakit.


Pada saat kejadian korban sedang berada didalam kios Ponsel 777 bekerja seperti biasanya.


Sekira pukul 20.15 WIB, tiba-tiba datang seorang pria tal dikenal dengan menggunakan sepeda motor Honda Supra dari arah Jalan Pepaya masuk Jalan Durian, lalu turun dan melempar molotov ke kios Ponsel 777 dan mengenai dinding dalam kios ponsel.


Setelah itu pelaku langsung pergi mutar kembali ke arah Jalan Pepaya.


Api sempat membakar sebagain  isi toko Ponsel dan punggung korban, namun berhasil dipadamkan berkat bantuan tetangga yang ada dilokasi kejadian. (dede)



Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini