Polda Riau Ringkus 3 Kurir 20 Kg Jaringan Lapas Pekanbaru , Satu Tewas Ditembak di Bengkalis

Redaksi Redaksi
Polda Riau Ringkus 3 Kurir 20 Kg Jaringan Lapas Pekanbaru , Satu Tewas Ditembak di Bengkalis
riaueditor

PEKANBARU, riaueditor.com - Tiga orang kurir narkoba jenis sabu-sabu ditangkap tim Harimau Kampar Ditresnarkoba Polda Riau diback up Satresnarkoba Polres Dumai di Jalan Arifin Ahmad Sepahat, Kecamatan Bukit Baru, Kabupaten Bengkalis, Riau.


Satu orang diantaranya tewas ditembak petugas karena mencoba melawan, Senin (09/11) dini hari. 


Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan narkoba jenis sabu seberat 20 kilogram itu berasal dari dari Malaysia dan masuk melalui Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis. 


"Satu orang kurir mati ditembak," ujar Agung dalam keterangan persnya, Senin (09/11) siang.


Agung menerangkan, ketiga kurir narkoba jaringan internasional itu adalah Hendra (50), Syamsul Bahri (50) dan Simson Siahaan (50). Mereka ditangkap dilokasi berbeda di Bengkalis dan Pelalawan. 


Dua pelaku, Hendra dan Syamsul Bahri ditangkap ketika melintas di Jalan Arifin Ahmad Sepahat, Kecamatan Bukit Baru, Kabupaten Bengkalis, menggunakan mobil Daihatsu Xenia setelah dilakukan pembuntutan. 


Barang bukti 20 kilogram sabu yang dikemas dalam bungkusan susu merk Milo dan disimpan dalam dua karung beras itu disimpan di dalam mobil Xenia yang disopiri Hendra dengan penumpang Samsul Bahri. Rencananya, 20 kilogram sabu itu akan dibawa ke Pekanbaru. 


Sedangkan Simson Siahaan, yang bertindak sebagai pengaman jalan, dan mengaku sebagai anggota Polri ditangkap ditangkap disebuah home stay di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan setelah dilakukan pengembangan. 


"Informasi yang kami dapatkan, Simson Siahaan berperan sebagai pengawal dan mengaku sebagai anggota Polri. Ia mendapatkan upah Rp 40 juta," kata Kapolda. 


Dalam proses penangkapan tersebut, pelaku Hendra terpaksa ditembak mati karena menerobos hadangan petugas menggunakan mobil yang disopirinya saat akan ditangkap.


Lebih jauh dikatakan Kapolda, ketiga kurir narkoba yang berhasil diungkap ini merupakan jaringan yang dikendalikan dari Lapas Kelas II A Pekanbaru.


"Mereka dikendalikan oleh Napi bernama Syahrudin Effendi alias Pak Cik Itan, yang divonis 4 tahun dalam kasus narkoba. Namun, saat dilakukan pengembangan ke Lapas, napi tersebut telah mininggal dunia pada Minggu (08/11) malam karena muntah darah," ungkap Agung. 


Hingga saat ini Polda Riau masih mengembangkan kasus sabu asal Malaysia tersebut dan memburu aktor dibelakangnya. (R11)


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini