Wakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santoso. IDN Times/Tunggul DamarjatiWakapolda DIY Brigjen Pol Raden Slamet Santoso mengatakan, F saat ini tengah dimintai keterangan oleh unit siber dan bid propam. Diperiksa baik fisik maupun kejiwaannya.
"Karena kita belum tahu kondisi kejiwaannya seperti apa dari anggota kita yang ini," kata Slamet di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (26/4/2021).
Pasalnya, Slamet melanjutkan, yang bersangkutan ini memang terindikasi mengalami depresi.
"Kemungkinan iya," ujar Slamet.
3. Terancam kode etik dan pidana
Slamet berujar, selama pemeriksaan F berstatus sebagai anggota nonaktif. Namun ketika nantinya yang bersangkutan terbukti bersalah, besar kemungkinan dikenai sanksi kode. Selain itu ancaman pidana berupa UU ITE.
"Kita akan tindak secara pidana karena itu merusak hubungan antara instansi yang lain, karena saat ini kita sedang berduka kok tiba-tiba ada seperti itu," kata Slamet menyesalkan.
"Tapi kita lihat dulu nanti kejiwaannya seperti apa dari anggota," lanjut dia menegaskan.
4. Tak ada penggerudukan
Berkaca pada kejadian ini, pihaknya berpesan kepada siapa saja termasuk anggotanya agar lebih arif bersosial media. Kedewasaan diperlukan oleh para penggunanya.
Pada kesempatan ini sekalian ia mengklarifikasi unggahan viral lainnya di sosial media, menampilkan sejumlah orang yang disebut prajurit TNI AL mendatangi Mapolsek Kalasan. Dipastikan Slamet, kedatangan mereka sebatas meminta klarifikasi, bukan untuk menggeruduk.
"Jadi, memang kita panggil, kita klarifikasi, kita kasih tahu duduk perkaranya seperti apa," kata Slamet.
Selepas peristiwa ini Slamet menegaskan hubungan antara kepolisian dan TNI AL masih baik-baik saja.
"Tadi Danlanal juga sudah dan Denpom AL juga sudah, Danrem kita sudah koordinasi. Jadi alhamdulillah mudah-mudahan tetap kondusif lah wilayah kita ya," pungkasnya.
(sumber: idntimes.com)