Menggunakan Senpi Milik Polhut

Penjaga Kantin Balai TNTN Todong Senpi ke Warga Sipil

Redaksi Redaksi
Penjaga Kantin Balai TNTN Todong Senpi ke Warga Sipil
ilustrasi
PELALAWAN, riaueditor.com- Salah seorang penjaga kantin Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) berlagak ala koboy dan preman. Ia, dengan arogannya menggunakan senjata api milik Polisi Kehutanan (Polhut) Pelalawan dan menodongkannya kepada salah seorang kernet mobil yang bernama Dedi (34) yang sedang mengangkut Kunsen saat Polhut menggelar razia di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, baru-baru ini.

Informasi yang berhasil dirangkum, ada dugaan pemerasan yang akan dilakukan Oknum Polhut BTNTN kepada korban Dedi ini. Awalnya, korban ditodong di sebuah rumah makan di Pangkalan Kerinci, ketika itu mereka sedang makan, lantas dengan gagahnya penjaga kantin ini menodongkan senjata kepada Dedi.

Hal itu membuat Dedi pucat pasi dan ketakutan seketika, dan apa yang diminta oleh penjaga kantin ini terpaksa dituruti oleh Dedi, termasuk mencarikan uang tebusan yang diminta oleh Polhut gadungan tersebut.

"Saya pergi mencari uang tebusan itu, mobil dibawa oleh Suhana alias Boy untuk disembunyikan menjelang uang tebusan saya antar," jelas Dedi, baru-baru ini di Pangkalan Kerinci.

Namun, belum sampai ke tujuan, mobil truk yang mengangkut kunsen ini terperosok kedalam selokan persis di depan Bank Mega Pangkalan Kerinci. Diduga untuk menutupi dugaan pemerasan ini, mobil ini ditarik paksa ke Kantor Balai TNTN, dan sopirnya di dijebloskan kedalam kantor tersebut. Hingga kini, sang sopir ini masih dalam pemeriksaan pembantu penyidik Gunawan.

Gunawan yang diduga pemilik senpi ini ketika dikonfirmasi wartawan melalui telpon genggamnya, Kamis (10/7), membantah keras atas tudingan tersebut. Melalui pesan singkat dikatakannya, bahwa pemberitaan tersebut sama sekali tidak benar.

"Jika memang ada warga yang merasa ditodong oleh penjaga kantin Balai TNTN dengan menggunakan senpi yang saya pakai, sebaiknya warga tersebut melaporkan saja kepada pihak kepolisian. Apakah perbuatan tersebut terjadi atau tidak nanti akan terbukti," jelas Gunawan, Kamis (10/7).

Gunawan juga menegaskan bahwa penggunaan senpi yang dipakainya telah sesuai dengan peraturan perundangan yang ada, termasuk SOP penggunaan senpi tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN), Tandya Tjahjana, juga membantah bahwa pegawai kantin BTNTN menggunakan senpi milik Gunawan melakukan penodongan kepada warga sipil.

"Penodongan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Gak mungkinlah senpi milik Gunawan bisa dipakai oleh warga sipil dan digunakan untuk menodong orang lain. Begitu pula soal legalitas senpi tersebut, kita akui memang Gunawan memiliki senpi dan legalitasnya telah sesuai dengan SOP dan perundangan," jelasnya, Kamis (10/7).

Polhut gadungan yang diduga telah melakukan penodongan kepada warga sipil dengan menggunakan senpi milik Gunawan ini kemudian diketahui bernama Jhoni Manurung. Berdasarkan informasi salah seorang pegawai BTNTN, penjaga kantin ini memang sering ikut razia dengan Oknum Polhut Gunawan dan Suhana tersebut.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini