Obrak Abrik Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Hasil Tes Urine

Redaksi Redaksi
Obrak Abrik Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Hasil Tes Urine
riaueditor

PEKANBARU - Polisi menggrebek kampung narkoba yang ada dikawasan padat penduduk di Kota Pekanbaru. Seorang diduga bandar narkoba wanita berjuluk "Ratu Narkoba" turut diamankan dalam operasi yang dilaksanakan pada Rabu (16/6/2021).


Penggrebekan dilakukan tim gabungan Ditresnarkoba Narkoba dan Brimob Polda Riau. Sebanyak 153 personil bersenjata lengkap dan berpakaian preman diturunkan di dua lokasi di Jalan Pangeran Hidayat Kecamatan Pekanbaru Kota dan Kampung Dalam di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. 


"Kita lakukan operasi didaerah yang telah dikenal masyarakat di Kota Pekanbaru. Ada sebanyak 153 personil gabungan kita kerahkan," kata Direktur Dit Narkoba Polda Riau, Kombes Victor Siagian, Kamis (17/6/2021).


Lanjut Viktor, dalam operasi itu ada 13 warga yang diduga terlibat dalam kasus narkoba di Jalan Pengeran Hidayat diamankan dan dibawa ke Mapolda Riau untuk dilakukan pemeriksaan.


Dari 15 yang diamankan salah satunya wanita berinisial W (37) yang dikenal masyarakat dengan sebutan Ratu Narkoba. Sang Ratu diamankan bersama suaminya NF (34) dirumah mewahnya di Kampung Dalam.


"Benar, kita amankan dari Kampung Dalam. Dia (Ratu Narkoba) ini kan memang cukup dikenal masyarakat, makanya kita lakukan operasi mencegah agar tak ada peredaran narkoba," tegas Viktor. 


Namun, dari W polisi tak berhasil menemukan barang bukti apapun dan setelah dilakukan tes urine, W dinyatakan positif menggunakan narkoba dan langsung diamankan.


"Kami tidak menemukan barang bukti di rumahnya. Tetapi dari hsil test uriane positif menggunakan narkoba dan saat ini sedang kita dalami," jelas Viktor. 


Saat ditanyakan adanya dugaan operasi senyap tersebut bocor, Victor secara tegas membantah. Ia memastikan tidak adanya barang bukti karena akses menuju lokasi sangat sulit.


"Kalau informasi bocor saya rasa tidak ada kalau dari anggota. Tetapi memang untuk sampai ke lokasi itu sangat padat, masyarakat sangat ramai dan kalau kita masuk ya pasti mereka tau," katanya.


Victor kemudian merinci lokasi kampung narkoba berada di pusat kota dan padat penduduk. Bahkan rumah-rumah yang diduga bandar memakai terali dan pintu besi serta berhubungan dengan rumah lain di sekitarnya.


"Mereka rumahnya pakai terali dan pintu besi, itu saling berhubungan dan paket plastik itu ada 600 an, penjualnya memakai topeng. Jadi seperti bunker di situ, tetapi kami pastikan akan terus memberantas sampai habis dua lokasi tersebut. Ini harus selesai," tutup Viktor.  (**)


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini