Merasa Terhina, Ganda Habisi Nyawa Kedua Rekan Sekerjanya

Redaksi Redaksi
Merasa Terhina, Ganda Habisi Nyawa Kedua Rekan Sekerjanya
hasbi/riaueditor.com
Tersangka saat dimintai keterangannya oleh JPU.
BANGKINANG, riaueditor.com- Hanya gara-gara merasa orang tuanya turut dihina, Jhon Waldrova Ganda Sirait alias Ganda (27) tega-teganya menghabisi nyawa kedua rekan sekerjanya, yakni Candra Candri Turnip dan Daniel Saputra Sirait pada 10 Mei 2014 lalu.

Hal ini disampaikan Humas Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkinang, Kicky Arianto didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agung Irawan dan Heri Saputra kepada riaueditor.com saat penyerahan berkas tahap dua tersangka Jhon Waldrova Ganda Sirait alias Ganda oleh pihak Kepolisian Polres Kampar, Rabu (13/08).

"Kronologis kejadian ini berawal dari diberhentikannya Tersangka Ganda sebagai petugas keamanan atau security dari Kelompok Tani Aman Damanik (KTAD) pada bulan February 2014 lalu. Setelah tersangka diberhentikan dari KTAD tersangka datang ke rumah orang tua korban Fresly Hendra Tua Sirait, untuk mengambil barang," jelas JPU, Agung Irawan didampingi Heri Saputra.

Dan saat akan pulang bertemu dengan kedua korban. Lanjut cerita, tersangka menyapa kedua korban yang merupakan teman sekerjanya. Namun yang didapat kata-kata penghinaan dari korban, "ngapain kau kesini, pulanglah kau ke kampungmu, lihat mamak mu dikampung entah ngapain mamakmu. Dasar babi kau, sudah dikeluarkan dari sini masih datang juga kau," ucap korban.

Merasa tersinggung, tersangka terus menahan rasa sakit hati selama hampir 3 bulan  atas hinaan dan caci maki korban. Sejak itu tersangka `dendam` dan mulai merencanakan untuk menghabisi nyawa kedua rekannya itu.

"Tersangka kemudian menyiapkan palu dan parang lalu mendatangi Pos B5 tempat kedua korban bertugas menjaga kebun KTAD. Karena tersangka tahu persis keadaan lokasi tersebut, jadi dengan mudah menghabisi nyawa kedua korbannya. Mereka yang telah membuat tersangka sakit hati dan menuduhnya membiarkan ninja sawit beraksi," terang Jaksa menceritakan peristiwa pembunuhan.

Dengan modal paham lokasi, akhirnya tersangka beraksi untuk menghabisi korbannya. Dan tersangka juga melihat kedua korbannya sedang tidur tertelungkup.

"Namun saat tersangka berjalan, papan pos jaga tempat kedua korban tidur bergoyang. Sehingga korban Candra terbangun lalu menendang tersangka, dan tersangka terjatuh kemudian berdiri sembari mengayunkan parang ke leher korban, dan korban jatuh tertelungkup," paparnya.

Melihat ada keributan korban Daniel juga terbangun, lanjutnya, namun belum sempat berdiri tersangka sudah menebas leher belakang korban. Dan korban juga jatuh tertelungkup. Belum puas begitu saja tersangka kembali membacok kedua korbannya sebanyak 5 kali serta memukul kepala korban pakai palu.

"Usai melihat korbannya tidak bergerak lagi, tersangka juga mengambil uang kedua korban sebanyak Rp.255.000. Dan tersangka juga membuang parangnya di Sungai Kota Garo serta kembali pulang ke rumah kos-kosannya di Simpang Bunut Perawang," jelasnya lagi sembari menambahkan penangkapan tersangka dilakukan oleh pihak kepolisian di rumah kos-kosan tersangka di Perawang pada 18 Mei 2014.

"Pada saat penangkapan tersangka sama sekali tidak melakukan perlawanan bahkan tersangka mengakui semua perbuatannya," tukasnya.(has)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini