Lagi, Kades Tani Makmur Rengat Barat Dituding Gelapkan Dana Desa

Redaksi Redaksi
Lagi, Kades Tani Makmur Rengat Barat Dituding Gelapkan Dana Desa
ilustrasi
RENGAT, riaueditor.com - Pasca dilaporkannya Kades Aur Cina Kecamatan Batang Cenaku, lagi Kades Tani Makmur kecamatan Rengat Barat, Boimin sepertinya bakal bernasib sama dilaporkan warganya terkait penyalahgunaan dana desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2015.

Sekretaris LSM LIMAK Inhu, Lamhot Manurung setengah menggertak akan melaporkan Boimin Kepala Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat kepada Kejari Rengat, terkait indikasi penyimpangan dana ADD tahun 2015.

Lamhot menuding Kades Boimin memalsukan tanda tangan warga, dan menyatakan tak takut jika perbuatannya itu sudah melanggar hukum.

"Dalam praktek pemalsuan tanda tangan warga tersebut, kades Boimin menyakinkan warga bahwa dirinya tak takut berhadapan dengan Kejari Rengat, bahkan siap dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk itu dalam waktu dekat ini kita akan membuat laporan resmi ke Kejari Rengat. Saat ini kita tengah menemui warga terkait pemalsuan tandatangan tersebut," ujar Lamhot Manurung kepada wartawan, Minggu (24/1).

Lamhot menambahkan bahwa LSM nya sudah mengumpulkan puluhan nama menggunakan tanda tangan palsu yang sengaja dicatut oleh Kades Boimin guna memuluskan pencairan laporan pertanggung jawaban penggunaan Alokasi Dana Desa (LPJ-ADD).
 
Selain itu, Boimin juga dituding memuat kegiatan fiktif dalam LPJ-ADD Tahun 2015 sehingga merugikan keuangan negara yang cukup besar.
 
Dikatakan Lamhot, sejumlah warga menyesalkan apa yang dilakukan Kades Boimin dan keberatan karena tidak pernah mengetahui dan tidak pernah merasa menerima dana ADD tersebut.

"Apalagi guna memuluskan pencairan ADD APBN, sangat berbahaya dan perlu diusut aparat penegak hukum," ungkap Ponidi (48) salah seorang warga.

Terpisah, Mastur (42) warga Desa Tani Makmur juga mengaku tidak pernah membubuhkan tanda tangan. "Saya tidak pernah ada membubuhkan tanda tangan dalam LPJ ADD APBN Tahun 2015 tersebut. Bahkan pencatutan puluhan nama warga itu, tidak pernah diketahui oleh yang bersangkutan," jelas Mastur di dampingi rekannya Ngadi di kediamannya, Sabtu (224/1).
 
Ngadi mengaku, anaknya bernama Safitri sebagai bendahara di desa tersebut hanya dimanfaatkan sebagai topeng saja oleh Boimin selaku Kades Tani Makmur.

"Anak saya sebagai korban. Uang di kas desa, anak saya itu tidak pernah mengetahuinya. Jadi persoalan ini perlu diusut agar terbongkar siapa sebenarnya yang bermain dalam penggunaan ADD APBN Tahun 2015 tersebut," ucap Mantan Kades Tani Makmur ini kesal. (Ali)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini