Kasus Suap di MA, KPK Usut Aset Buronan Nurhadi dan Menantunya

Redaksi Redaksi
Kasus Suap di MA, KPK Usut Aset Buronan Nurhadi dan Menantunya
(Foto: iNews.id/ Riezky Maulana).
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) aset mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Pengusutan tersebut dengan mendalami keterangan dari pimpinan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Hari Utomo dan Rekan Hari Purwanto, Selasa (20/5/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam pengusutan aset tersebut KPK juga memanggil 2 karyawan swasta masing-masing Eviy Olivia dan Yoga Dwi Hartiar.

"Penyidik menelusuri kepemilikan aset-aset milik tersangka NHD melalui pengetahuan saksi," ujar Ali Fikri di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Dia menuturkan, Eviy Olivia dan Yoga Dwi Hartiar tidak memenuhi panggilan. Keduanya tidak hadir tanpa memberikan keterangan kepada KPK.

"Tidak hadir tanpa adanya keterangan," katanya.

KPK telah menetapkan Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono dari swasta sebagai tersangka pada (16/12/2019). Keduanya diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA.

Saat ini, Nurhadi dan Rezky telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). KPK masih mencari lokasi persembunyian keduanya.

(iNews.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini