Isi Sadapan Telepon Setya Novanto dan Sahabatnya saat Bahas e-KTP

Redaksi Redaksi
Isi Sadapan Telepon Setya Novanto dan Sahabatnya saat Bahas e-KTP
(Foto: Marcia Audita/kumparan)
Rekaman percakapan Setya Novanto dan sahabatnya.

JAKARTA - Jaksa penuntut umum KPK membuka rekaman percakapan Setya Novanto dengan sahabatnya, Made Oka Masagung, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (22/1). 

Jaksa membuka empat percakapan yang disadap melalui sambungan telepon. Dua di antaranya, adalah tanggal 26 Januari 2012 dan 19 April 2012.

"Seingat saya itu percakapan saya dengan Pak Novanto," ujar Made Oka kepada jaksa di persidangan. 

Percakapan tersebut diduga membahas pertemuan antara Setya Novanto, Made Oka dan Mantan Country Manager Hawlett Packard (HP) Enterprise Service, Charles Sutanto Ekapradja.

Sebelumnya di persidangan, Charles mengaku pernah melakukan pertemuan selama tiga kali dengan Setya Novanto, dalam kurun 2010, yaitu di rumahnya dan di Gedung DPR.

Charles mengaku orang yang mengenalkannya dengan Setya Novanto, adalah Made Oka Masagung. Dalam surat dakwaan Setya Novanto disebutkan, Made Oka berperan menjadi penampung duit proyek yang dijatahkan untuk Setya Novanto. 

Selain menemui Setya Novanto, Charles juga mengaku bertemu dengan Direktur Utama PT Sandipala Arthapura Paulus Tannos dan eks Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Keduanya merupakan anggota peserta lelang di proyek eKTP. Sementara nama terakhir yang disebutkan, Irvanto, merupakan keponakan Setya Novanto. 

Pertemuan selama tiga kali itu tidak direncanakan Charles sebelumnya. Dia mengaku, seluruh pertemuan tersebut diinisiasi oleh Made Oka.

Charles mengaku ketika itu dia tidak mengenal sosok Setya Novanto hingga akhirnya dikenalkan oleh Made Oka Masagung. Ketika itu, Setya Novanto sempat menanyakan beberapa hal terkait pekerjaan Charles.

"Saya ditanya dari mana, terus punya keahlian apa, HP saya jelasin. Terus beliau dengan Oka enggak tahu bicara apa di ruangan sebelah, pindah," ujar Charles di persidangan sebelumnya. 

Saat itu, Charles sempat ditawarkan oleh penyedia produk automated fingerprint identification sistem (AFIS) merek L1 yang kemudian dipakai di proyek e-KTP agar HP bergabung dengan L1 di proyek e-KTP. Namun di tengah pembahasan, HP tidak jadi bergabung, lantaran tidak ada kesepakatan soal harga. 

"Saya ditanya (Setya Novanto) cost kartu untuk produksi berapa, terus saya jawab kalau berdasarkan pengalaman HP di AS, cost itu sekitar 2,5-3 dolar per ID. Terus saya ditanya apakah bisa menggunakan chip dari negara lain. Ya terus terang saya bilang HP enggak pernah pakai di luar dari standar umum," kata Charles.

"Jadi saya tidak bisa menjawab itu bisa apa enggak, tapi secara umum chip yang dibutuhkan kan butuh ISO tertentu. Selama kartu itu memenuhi kualitas ISO sebetulnya bisa-bisa saja," imbuh dia.

Berikut percakapan antara Setya Novanto dan Oka:

Bagian 1

Made: Eh Nov ada waktu kapan Nov, gua mau ketemu si charles nih, mau ketemu.. Ada kerjaan

Setnov: besok deh

Made: jam?

Setnov: besok

Made: di mana? rumah pagi?

Setnov: ya oke oke

Made: jam berapa? jam delapan pagi ya?

Setnov: oke

Made: jam delapan pagi ya

Setnov: oke

Made: oke thank you

Setnov: oke oke

Made: bye

Bagian 2

Made: gua mau jalan-jalan dulu sama si Irvan

Setnov: oke oke oke oke

Made: Haah pas ada ada itu, Nanti Sabtu deh kalau gitu pagi gua ketemu ya

Setnov: oke oke oke

Made: haah thank you ya Nov yok

Setnov: yoi

Bagian 3

Setnov: ya kak, halo?

Made: di mana nov?

Setnov: gue di Kupang kak, baru Sabtu balik kak (tertawa)

Made: Oke, Aa kelihatannya itu ada problem tuh, aduuh

Setnov: yang mana

Made: Nanti gua mesti laporkan Nov, yang si itu...penagihan

Setnov: Oo ya oke oke oke

Made: Nanti kita ngomong deh ya

Setnov: oke oke oke

Made: okeh yuk selamat di sana

setnov: yuk 

Made: yuk

Setnov: yuk

Bagian 4

19 april 2012

Setnov: Gimana jadi ya?

Made: jadi dong jam sepuluh

Setnov: oo gua udah nyampe nih

Made: aah sudah nyampe

Setnov: ya

Made: gua dah bilangin jam 10 ya

Setnov: oh iya iya

Made: Ntar kalau besok kalau bisa lebih pagi gua lebih pagi gimana? Gua lagi ngangkut nih

Setnov: di mana?

Made: nanti ajak dia makan siang, oo macet di Kuningan

Setnov: ooh enggak kalau memang bisa maju gak papa

Made: okee gua gua gua masih jemput ...sekarang

Setnov: ooh ya siapa sih itu bos?

Made: itu namanya si jay dia itu oo

Setnov: oo yang lu ngomong itu? ya ya ya

Made: iya yang bawa bawa duit buat kita cepek

Setnov: ya ya ya ya

Made: haa

Setnov: untuk investasi ya oke oke

Made: oke

Setnov: thank you thank you ricky

Made: yak yak

Setnov: lufi ya

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini