Identik dengan Dolly jilid II

Firdaus-Ayat Biarkan Maraknya Prostitusi di Jondul Lama

Redaksi Redaksi
Firdaus-Ayat Biarkan Maraknya Prostitusi di Jondul Lama
Kehidupan malam di jondul lama.
PEKANBARU, riaueditor.com - Kian maraknya kehidupan malam di rumah-rumah bordil sarang prostitusi di kawasan Perumahan Jondul Lama Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, mulai meresahkan warga sekitar. Kondisi ini dikhawatirkan bakal mengancam Kota Bertuah identik dengan Dolly jilid II.

Para Pekerja Seks Komersial ini sudah mulai beroperasi secara terang-terangan. Banyak diantara PSK yang berpakaian seronok dan mengundang syahwat kaum Adam mangkal didepan rumah dan jalanan diperumahan Jondul Lama. Menjamurnya PSK ini terkesan dibiarkan oleh Walikota Pekanbaru dan Wakilnya, Firdaus MT dan Ayat Cahyadi.

Disisi lain, Satpol PP Kota Pekanbaru yang seharusnya gencar dalam melakukan pengawasan dan menindak lokasi ini, malah terkesan main mata. Isu-isunya ada oknum Satpol PP Kota Pekanbaru yang menerima setoran bulanan dari pemilik bisnis lendir ini.

Mantan Kakansatpol PP Pekanbaru, Umar Said S,Sos kepada riaueditor.com menyayangkan adanya indikasi pembiaran dari pemerintah kota Pekanbaru, Firdaus-Ayat seakan tutup mata, katanya.

Hasil pantauan Riaueditor dilapangan, Selasa (14/1) dinihari, sekitar pukul 1.30 WIB, ada beberapa titik seperti di Blok GG, HH, JJ, KK, LL dan NN dipenuhi dengan PSK diatas umur 18 tahun dan berpenampilan seksi menebar pesona merayu pria hidung belang yang melintas.

Sementara itu, terkait fenomena prostitusi nyata adanya di Kota Bertuah ini. Sebagian besar PSK merupakan warga pendatang dari Pulau Jawa yang kuat dugaan juga didatangkan ke Pekanbaru dengan jalur perdagangan manusia. Karena dari hasil investigasi dilakukan, terbukti adanya sejumlah PSK di bawah umur.

Berdasarkan pengakuan salah seorang PSK, sebut saja Cindy (17) mengaku dirinya berasal dari Tasik Malaya, Jawa Barat dan sudah setahun menjajakan tubuhnya di Pekanbaru. Dirinya juga mendapat fasilitas tempat tinggal di daerah Jondul.

"Kami dan teman-teman seprofesi selama ini aman-aman saja. Memang ada razia, tapi habis itukan dilepaskan lagi. Mami kan sudah ada beri setoran ke petugas," ujar Cindy yang tidak mengetahui dirinya sedang di wawancara.

Ditempat terpisah, Kakan Satpol PP Kota Pekanbaru Drs H Baharuddin yang dicoba hubungi melalui telepon selulernya masih belum memberikan jawabannya.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini