Dua Pelaku Pecah Kaca Mobil Asal Bengkulu Ditangkap, Satu Ditembak

Redaksi Redaksi
Dua Pelaku Pecah Kaca Mobil Asal Bengkulu Ditangkap, Satu Ditembak
x3/riaueditor.com
Dua Pelaku Pecah Kaca Mobil Asal Bengkulu Ditangkap, Satu Ditembak.
PEKANBARU, Riaueditor.com - Dua pelaku spesialis pecah kaca mobil kelompok Bengkulu, ditangkap petugas Polsek Sukajadi, sedangkan dua rekannya yang lain berinisial B dan D kabur melarikan diri saat di tangkap, Rabu (12/8) siang, sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang tersangka terpaksa di hadiahi sebutir timah panas di betis sebelah kananya, karena berusaha kabur saat dilakukan pengembangan

Kedua pelaku ditangkap di Jalan Tuanku Tambusai, tepatnya di depan Bank BCA, ketika sedang mengintai korbannya. Mereka adalah Herianto (30) dan Guntur (23). Keduanya, warga Jalan Raya Kepalak Curup, Provinsi Bengkulu. Mereka diketahui melakukan aksi pecah kaca mobil Honda Freed warna putih Nopol BM 1521 FE di Jalan Angsa II, Kecamatan Sukajadi dan berhasil mengambil tas yang berisikan uang Rp 5 juta pada Senin (10/9) kemarin.

Para Tersangka ini ditangkap Tim Opsnal Polsek Sukajadi, yang sedang melakukan patroli di Jalan Tuanku Tambusai dan curiga dengan gerak-gerik Herianto dan Guntur yang berhenti di parkiran depan Bank BCA  Jalan Tuanku Tambusai menggunakan sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam. "Keduanya pun langsung disergap, tanpa ada perlawanan," ujar Kapolsek.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan terhadap dua tersangka lainnya, B dan D di sebuah kosan di Jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tampan. Saat polisi menggrebek kosan keduanya, tersangka B dan D telah kabur duluan, diduga keduanya ada di Jalan Tuanku Tambusai saat Herianto dan Guntur ditangkap petugas.

"Saat polisi menggerebek ditempat kosan tersebut, tersangka Guntur berusaha melarikan diri. Polisi melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan dan pelaku dtembak,"  terang Kapolsek Sukajadi Kompol Jasame Manurung SH.

Bersama kedua tersangka, polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam dan sejumlah uang yang diduga merupakan hasil kejahatan.

Ditambahkan Jasamen, Guntur merupakan seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi semester tujuh di Universitas Dehasen Bengkulu. Kepada petugas, ia mengakui sebelumnya pernah 6 kali terlibat aksi pecah kaca bersama kelompoknya d kota Bengkulu.

"Dia (Guntur) merupakan adik kandung tersangka D, yang pernah terlibat dalam kasus pecah kaca mobil Hammer di Jalan Rajawali tepatnya parkiran sebuah rumah makan yang berokasi di depan Mapolsek Sukajadi," ungkapnya.

Menurut Jasamen, kelompok ini tergolong lihai dan profesional, karena sertiap kali usai beraksi dan berhasil mendapatkan hasil kejahatannya, mereka selalu kabur ke hotel berbintang, seperti hotel Pangeran dan Labersa, sehingga berhasil mengelabui dan terhindar dari pengejaran petugas. "Usai beraksi, kelompok ini tidak sembunyi dikosannya, melainkan menginap di hotel Labersa agar terhindar dari pengejaran petugas," kata Jasamen.

Saat ini kedua tersangka dan barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Sukajadi, guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan selanjutnya.

"Kita masih melakukan penyelidikan untuk makukan pengembangan selanjutnya, di TKP mana saja mereka pernah beraksi," tutup Kapolsek.(X3)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini