Dari Mauritius, Johannes Marliem Beri USD 2,6 Juta ke Ponakan Setnov

Redaksi Redaksi
Dari Mauritius, Johannes Marliem Beri USD 2,6 Juta ke Ponakan Setnov
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Irvanto Hendra, keponakan Setya Novanto

JAKARTA - Komisaris PT Berkah Langgeng Abadi, July Hira, baru mengetahui uang 2,6 juta dolar AS yang ditransfer oleh keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, berasal dari perusahaan Johanes Marliem. July mengetahui hal tersebut setelah diperiksa KPK. 

"Saat itu saya diperiksa KPK, penyidik memberi tahu bahwa ini uang dari Biomorf (Biomorf Mauritius, anak perusahaan Biomorf Lone). Sebelumnya saya tahu dari Pak Santoso, bawahan saya, setelah dicek betul dari Biomorf," ujar July saat bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/1).

Mauritius merupakan negara kecil di Samudera Hindia, 2.000 km dari Benua Afrika. Negara bekas jajahan Prancis itu merupakan salah satu negara dengan sebutan tax heaven. Irvanto mendapat uang dari PT Biomorf Mauritius yang merupakan anak perusahaan PT Biomorf Lone. 

Perusahaan itu dimiliki Johannes Marliem. PT Biomorf Mauritius berada di negara Mauritius.

Marliem merupakan Dirut PT Biomorf Lone, penyedia penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1, di proyek e-KTP. Uang aliran e-KTP yang diterima Setya Novanto, diduga berasal dari Marliem.

Aliran dana ini terungkap saat Manager Inti Valuta Money Changer Riswan mengaku pernah membantu Irvanto untuk barter uang sebesar Rp 2,6 juta dolar AS di Singapura. Riswan mengaku saat itu ia tidak mengetahui untuk apa uang tersebut akan digunakan.

Riswan mengatakan, saat itu Irvanto ingin barter uang dolar AS tetap ke dalam dolar AS. Selanjutnya, Riswan meminta bantuan rekannya, July Hira, untuk membantu Irvan, karena July memiliki akses di money changer Singapura. 

July lantas mengirimkan beberapa nomor rekening milik nasabah yang nantinya akan ditransfer oleh Irvanto. Total sekitar 2,6 juta dolar AS yang ditransfer Irvan ke sejumlah rekening yang diberikan July itu. Setelahnya, Riswan langsung mengambil fisik uang tersebut dan disimpan di kantornya.

Riswan lalu menghubungi Irvanto bahwa uang tersebut sudah tersedia secara fisik. Riswan menuturkan, saat itu, Irvan mengatakan akan ada orang yang mengambil uang tersebut di kantornya.

Di persidangan, terdapat perbedaan nominal uang antara catatan keuangan July dengan Riswan. Dalam pengakuan Riswan, dia mengingat Irvanto mengirimkan uang sebesar 2,6 juta dolar AS. Sementara, July mengaku nominal uang tersebut sebesar 2,55 juta dolar AS dan 200 ribu dolar AS.

"Saya tidak ingat, mungkin terlewat. intinya di catatan keuangan saya ya segitu nominalnya," ujar July.

Dalam surat dakwaan Setya Novanto disebutkan, pemberian uang ke Setya Novanto disamarkan dengan cara mengirimkan invoice (surat tagihan) kedua perusahaan. PT Biomorf Mauritius mengirimkan invoice pembayaran software ke PT Quadra Solutions (perusahaan peserta e-KTP) secara dua tahap, dengan total pembayaran 7 juta dolar AS. Sehingga, transaksi uang seolah-olah adalah untuk pengeluaran perusahaan.

Uang tersebut dikirim dan disebar ke rekening perusahaan rekan Setya Novanto, Made Oka Masagung di Singapura, yaitu Delta Energy PTE Ltd, Oem Investment Capital, dan melalui keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini