Bayi Hasil Hubungan Gelap Dijual Rp8 Juta

Redaksi Redaksi
Bayi Hasil Hubungan Gelap Dijual Rp8 Juta
Dok Okezone
Ilustrasi penjualan bayi
MEDAN - Tak mau bertanggung jawab atas perbuatanya menghamili seorang janda bernama Jelly, Rusli Hartono (30), warga Jalan Kapten Jumhana, Gang Sakun No. 2 E, Medan, tega menjual bayinya sendiri, hasil hubungan gelapnya.
 
Rusli menjual bayinya seharga Rp8 juta kepada Silalahi dengan perantara Boru Sihombing, tukang cuci kain di rumahnya. Rusli yang juga telah memiliki 2 istri ini, menjadi bulan-bulanan pihak keluarga Jelly, hingga nyaris dibakar, Senin (30/6/2014).
 
Saat melaporkan kejadian yang dialaminya di Polsek Percut Sei Tuan, Jelly menceritakan penjualan bayi tersebut terjadi pada Selasa (20/5), usai dirinya melahirkan di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Mandala By Pass No.27 Medan.
 
Setelah kelahiran bayi perempuannya itu, wanita yang diketahui tinggal di Jalan Rajawali ini, telah menjanda dan memiliki 2 orang anak sebelum berpacaran dengan tersangka. Dari hubungan gelap antara keduanya, membuat Jelly melahirkan bayi perempuan dengan berat badan 3.000 gram dan panjang 50 cm.
 
"Awal pertemuan kami di rumah makan. Setelah itu, Rusli kerap merayu saya hingga hubungan asmara kami berlangsung setahun. Dan saya pun sampai mengandung," jelasnya.
 
Menurut pengakuan Jelly, dirinya mau berhubungan badan lantaran dijanjikan akan dinikahi Rusli. Penjualan bayi tersebut terungkap saat Jelly hendak keluar dari rumah sakit tempatnya bersalin. Ia terkejut ketika mengetahui bayinya telah ditebus Rusli.
 
"Saya bingung kenapa bayinya sudah diambil oleh Rusli, karena seluruh proses administrasi penebusan bayinya sama sekali tanpa sepengetahuannya,"ujarnya.
 
Tak ingin kehilangan bayinya, Jelly lalu mengejar bayinya itu ke rumah Rusli, dengan mengantongi alamat rumah yang diberikan pihak rumah sakit. Namun saat tiba di alamat yang dituju, ternyata rumah tersebut bukan lagi milik Rusli karena sudah dijual ke orang lain.
 
Pihak keluarga Jelly menghubungi Rusli lewat telepon seluler, untuk memancing kedatangannya dengan berdalih  agar membayar biaya pengobatan Jelly. Rusli pun datang pada Minggu (29/6) ke rumah orangtua Jelly untuk menjenguk Jelly. Pada saat itulah, Rusli ditangkap. "Keluarga yang geram lantaran Rusli menjual bayi saya sekaligus berbohong untuk menikahi saya," ungkapnya.
 
Di situ, Jelly menanyakan keberadaan anaknya, namun tersangka selalu berkelik sehingga membuat keluarga korban marah. Setelah dipukuli dan di interogasi, baru tersangka mengakui jika anaknya telah dijualnya.
 
"Sampai sekarang, saya tidak mengetahui keberadaan anak saya, sehingga Rusli kami seret ke kantor polisi,"ujarnya.
 
Rusli yang sudah ditetapkan sebagai tersangka saat diintrogasi mengaku nekat menjual bayinya lantaran terpaksa dengan keadaan biaya. "Anakku kujual Rp8 juta, 5 juta untuk biaya rumah sakit. Soalnya pacarku lahirnya operasi. Aku ke situ bersama inang-inang melalui perantara Boru Sihombing yang ku kenal. Kami sudah tinggal satu rumah. Pernah kami ngontrak di Jalan Mabar Serdang, di Jalan Kapten Jumhana,"jelasnya.
 
Menanggapi isu penganiayaan terhadap dua anak dari Jelly, tersangka membantah isu tersebut. "Gak ada saya aniaya kedua  anak tiri saya itu," katanya menampik.
 
Sambung tersangka lagi mengatakan, jika perkenalannya dengan Jelly berawal saat Jelly bekerja di rumah makan H1, yang terletak di Kompleks Asia Mega Mas.
 
"Dulu aku kerja sebagai operator di Bankom di Jalan Brigjen Katamso bang. Nah sejak kami pacaran, di kantor ku itulah awalnya kami berhubungan intim. Saling keterusan, rupanya dia (Jelly) hamil," terang tersangka.
 
Ditempat terpisah, pihak Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Sumatera Utara membenarkan bahwa ayah si bayi telah menebus bayinya. Pada 20 April 2014 korban melahirkan dan mau selesai.
 
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Ronald Sipayung saat dikonformasi, mengaku jika pihaknya telah menyerahkan kasusnya ke Polresta Medan.
 
"Sudah kita limpahkan ke polresta Medan. Lagian, TKP nya pun diwilkum Medan Area. Tersangka mengakui telah memiliki istri yang sah di Jalan Pasundan. Tersangka sudah dihajar warga udah sempat mau dimatikan keluarga korban. Beruntung, anggota kita cepat datang dan langsung dibawa ke mako," jelas Ronald.(ful/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini