Orang Miskin Dilarang Sakit

Pasien Jamkesda Jual Rumah demi Biaya Persalinan

Redaksi Redaksi
 Pasien Jamkesda Jual Rumah demi Biaya Persalinan
dik/RE
Slamat Sobirin dan kartu Jamkesdanya
BANDARPETALANGAN, riaueditor.com – Tega nian Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan menolak pasien Jamkesda, Murni (33) yang sedang kontraksi akan melahirkan anak ketiganya ini dengan dalih Rumah Sakit tidak memiliki ruang Operasi Caesar.

Bukannya meringankan justru membenamkan, istri buruh tani penderes karet ini dirujuk ke rumah sakit Ibnu Sina Pekanbaru. Akibatnya, warga Desa Lubuk Kuranji Timur Kecamatan Petalangan terpaksa menjual rumahnya demi menebus biaya persalinan di Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru.

Walau jarak dari Desa Lubuk Kuranji Timur, Kecamatan Bandar Petalangan cukup jauh sekitar 50 Km menuju RSUD Selasih, yang berada di ibu kota Kabupaten, tidak menghalangi niat Murni dan Suami, Slamat Sobirin (34), beserta dua orang anak perempuannya yang masih berusia Balita menuju Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan tersebut.

Murni sadar sang suami hanya bekerja sebagai Penderes Karet di kampungnya dengan gaji tidak seberapa. Dalam kondisi Kontraksi hendak melahirkan, Murni tetap berusaha agar kuat sampai di RSUD Selasih berharap pihak rumah sakit agar menggratiskan biaya Persalinannya.

Namun sayang, walau memiliki Kartu Jamkesda dan Surat miskin dari desa Murni ditolak oleh Pihak RSUD Selasih dengan dalih Rumah Sakit tidak memiliki ruang Operasi Caesar.

Tidak begitu lama, Pihak RSUD Selasih pun menawarkan diri kepada suami Murni agar pasien dirujuk saja ke Rumah Sakit Swasta Ibnu Sina di Pekanbaru.

Peras Pasien, Ambulance ke Pekanbaru Rp820 Ribu

Yang menyedihkan lagi, dalam situasi terjepit, sebelum dirujuk RSUD Selasih meminta uang sewa Ambulance milik pemerintah itu dibayar dimuka sebesar Rp 820 Ribu, Kalau tidak dibayar RSUD Selasih tidak akan mengeluarkan surat rujuk. Melihat kondisi istrinya merintih kesakitan, dengan berat hati Slamat Sobirin memberikan uang yang katanya untuk sewa Ambulance tersebut, walau itu uang yang terakhir ditangannya.

"Benar kata pepatah, orang miskin dilarang sakit, itu saya rasakan Minggu kemarin, saya membawa istri ke RSUD Selasih hendak melahirkan anak ketiga kami, dikarenakan saya menggunakan kartu Jamkesda Kabupaten Pelalawan dan Surat Keterangan Miskin dari Desa, istri saya langsung ditolak," ungkap Slamat Sobirin.

Sepuluh menit berada di RS Ibnu Sina, putra ketiga pasangan Slamat Sobirin dan Murni pun lahir dengan operasi Caecar, dalam kondisi selamat.

Rumah Terjual, Pasien Masih Terlilit Hutang

Kebahagian Slamat Sobirin atas kelahiran anak ketiganya hanya berlangsung satu jam, setelah itu dia pun kebingungan ketika pihak RS Ibnu Sina menyodorkan biaya persalinan sebesar Rp 16,5 Juta.

Slamat Sobirin mencoba memperlihatkan Kartu Jamkesda dan Surat keterangan Miskin dari Desanya, namun Pihak RS Ibnu Sina tidak menerimanya. Kalau tidak dibayarnya maka buah hatinya akan ditahan oleh pihak Rumah Sakit.

Tidak ada pilihan, akhirnya Slamat Sobirin dan Murni dengan berat hati terpaksa menjual rumahnya kepada warga yang juga satu desa dengannya.

Rumah Slamat Sobirin yang berukuran 6X9 meter itu hanya berdindingkan papan yang di dalamnya tidak ada satu pun perabotan rumah tangga yang berharga. Akhirnya terjual seharga Rp 12,5 juta, dan kekurangan Rp 4 jutanya lagi slamat sobirin meminjam ke tetangga.

"Untuk biaya Istri saya di RS Ibnu Sina itu sebesar Rp16,5 Juta, kami terpaksa menjual rumah ini seharga Rp 12,5 Juta dan kekurangannya lagi saya meminjam tetangga, yang penting anak dan istri saya sudah bisa pulang," Pungkas Slamat Sobirin.

Buruh tani itu kini tinggal berharap uluran tangan dari masyarakat guna meringankan beban hidup keluarganya. Berharap ke Pemerintah sepertinya sia-sia saja, karena tidak semua pemerintah akan berpihak kepada masyarakatnya yang miskin, apalagi seperti kami yang tinggal jauh di pelosok sini, imbuhnya.

"Sekali pun menumpang, kami sangat bersyukur kepada yang maha Kuasa, karena keluarga kami sudah dikumpulkan kembali di rumah yang sederhana ini," tutup Slamat Sobirin.

RSUD Selasih Bantah Tolak Warga Miskin Berobat

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih, Ahmad Krinei, membantah telah menolak warga miskin dan juga yang menggunakan Kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk berobat di RSUD Selasih.

Dengan tegas Dirut RSUD Selasih itu membantah telah menolak warga miskin berobat di RSUD Selasih yang dipimpinnya. Menurutnya dalam kasus ibu Murni warga Desa Lubuk Kuranji Timur, Kecamatan Bandar Petalangan itu, RSUD Selasih bukannya menolak bu Murni melahirkan di RSUD
Selasih, melainkan saat bu Murni datang, ruang tempat melahirkan yaitu ruangan Operasi Caesar lagi dalam perawatan, dan di saat ke bagian Poli Ibu Hamil, ibu Murni tidak menjelaskan kepada karyawan RSUD Selasih kalau menggunakan Kartu Jamkesda.

"Kami tidak menolak pasien dari mana pun baik itu miskin ataupun kaya, apa lagi menggunakan kartu Jamkesda, Namun pada saat Bu Murni datang kesini dalam keadaan Kontraksi mau melahirkan, Ruangan Operasi Secar kita lagi rusak," Pungkas Ahmad Krinei.

Namun saat kami lihat surat pengumuman itu, terlampir di surat itu, Ruang Operasi Caesar ditutup dari tanggal 06 Desember sampai 16 Desembar 2013, sedangkan Bu Murni datang kerumah sakit itu untuk pada tanggal 12 Januari 2014.(dik/RE)












Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini