Semangat Hari Guru Ke-76 tahun,

Bergerak Dengan Hati, Ini Kisah Guru Penyandang Disabilitas di MTsN 1 Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Bergerak Dengan Hati, Ini Kisah Guru Penyandang Disabilitas di MTsN 1 Pekanbaru
istimewa

Kisah inspiratif Lisa, sebagai pahalawan tanpa tanda jasa pada Hari Guru, Kamis, 25 November 2021 ini, diangkat siswa MTsN I lewat video pendek. Siswa Lita pun menceritakan perjuanganya menjadi guru disabilitas yang penuh inspirasi hingga cerita itu sempat viral dan sampai ke telinga Gubernur, Syamsuar.

Pada Rabu (24/11) kemarin, atas bantuan Gubernur Riau, Lita mendapatkan alat bantu kaki baru. Ia diundang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Rumah Sakit tersebut.

"Iya kemarin saya sudah datang ke RSUD Arifin Achmad. Di sana konsultasi dan melakukan sejumlah pemeriksaan," ujar Lita, ketika diwawancara, Kamis (25/11) di MTsN 1 Pekanbaru.

Pemeriksaan selanjutnya, imbuh Lita, ia akan melakukan pengukuran kaki. Kemudian, pemasangan kaki palsu dan pemeriksaan kenyamanan alat bantu kaki, setelah ia pakai.

Menurut penjelasan dokter, Lita mengaku, kaki palsu bantuan gubernur itu, pemakaiannya akan lebih nyaman dibandingkan alat bantu kaki yang ia pakai saat ini. Lantaran alat bantu kaki baru yang akan ia pakai lebih mirip dengan kaki manusia.

"Alat bantu kaki yang akan dibantu gubernur jenisnya lebih bagus. Mirip dengan kaki manusia. Jadi lebih nyaman dan membuat saya tambah percaya diri. Tapi harus dipesan dulu, sesuai ukuran kaki saya. Proses pemasangan alatnya secara manual, tanpa melalui operasi, dari pangkal paha hingga bawah," ucap Lita.

"Insya Allah dengan adanya alat kaki yang baru, nantinya saya tidak mengalami kesulitan lagi ketika menjalani aktivitas, sesuai profesi saya sebagai guru. Sehingga bisa tetap bekerja profesional meskipun ada keterbatasan," imbuh Lita.

Diakui Lita, bahwa keterbatasan fisik membatasi geraknya, tetapi tak membatasi mimpi, kehidupan dan cita-citanya. "Apalagi saya biasa terdidik tanpa begantung pada orang lain, intinya ada niat pasti kita bisa," kata Lita.

Mewakili guru-guru disabilitas lainnya, Lita mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau, Syamsuar, karena telah memberikan perhatian khusus. "Ini bantuan yang tak pernah saya kira. Karena alat bantu kaki ini 'separuh nyawa' saya," sebut Lita.

Sementara, siswa Lita, Raja Maylahana mengatakan banyak siswa dekat dengan Lita. Bahkan mereka memanggil Lita dengan julukan 'Bunda Lita'.

"Bunda Lita menginspirasi kami, tentunya kami siswa lebih giat lagi. Sosok bunda Lita ini sangat menginspirasi kami di Hari Guru ini, semangatnya, cara mengajarnya patut kami jadikan panutan," katanya.

Atas video pendeknya, Maylahana bersama teman sekelasnya kini menjadi juara lomba video pendek di Hari Guru. Mereka meraih juara I dengan tema "Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan".

(MCR)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini